Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Tips Safety Riding di Jalur Pantura Saat Cuaca Panas Ekstrem, Bikers Wajib Tahu!

Sabila JP•
Gaya Hidup

Suarapantura.com - Cuaca panas ekstrem mulai dirasakan para pengendara motor yang melintas di jalur Pantura Jawa Tengah. Memasuki akhir Mei 2026, suhu terik di kawasan Pekalongan, Semarang, hingga Pati disebut menjadi tantangan serius bagi para komuter roda dua.

Kondisi tersebut tak hanya membuat perjalanan terasa melelahkan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan akibat menurunnya konsentrasi pengendara di jalan.

Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Oke Desiyanto, mengingatkan bahwa bahaya terbesar saat berkendara di tengah cuaca panas bukan hanya soal silau mata atau debu jalanan, melainkan dehidrasi yang bisa memengaruhi fungsi otak pengendara.

Menurutnya, ketika tubuh kekurangan cairan, kemampuan konsentrasi akan menurun secara perlahan tanpa disadari.

“Gejala awal biasanya mata mulai sepet, leher terasa kaku, hingga pikiran melamun. Dalam kondisi seperti itu, reaksi pengendara saat mengerem bisa melambat,” ujar Oke.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut berpotensi memicu emosi pengendara menjadi lebih mudah terpancing, terutama saat menghadapi situasi lalu lintas padat atau kendaraan lain yang tiba-tiba memotong jalur.

Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Memanas, Peneliti BRIN Ingatkan Publik Jangan Lupakan Karhutla
Baca Juga · Gaya Hidup
Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Memanas, Peneliti BRIN Ingatkan Publik Jangan Lupakan Karhutla

“Ketika ada pengendara lain yang memotong jalur secara tiba-tiba di kawasan komersial Mangkang Semarang atau Alun-alun Pati, kita tidak hanya terlambat mengerem, tetapi emosinya akan meledak seketika,” jelasnya.

Tips Safety Riding Hadapi Panas Ekstrem Pantura

Untuk mengurangi risiko saat berkendara di tengah cuaca panas, pengendara motor diminta menerapkan teknik defensive riding selama perjalanan.

Berikut beberapa tips yang dibagikan Astra Motor Jateng:

1. Minum Air Sebelum Berkendara

Pengendara disarankan memenuhi kebutuhan cairan tubuh sebelum perjalanan dimulai. Jangan menunggu haus karena itu menjadi tanda tubuh mulai mengalami dehidrasi.

Suarakan Karhutla, Viewers Tasya Farasya Anjlok hingga Akun Ustaz Adi Hidayat Kena Banned
Baca Juga · Gaya Hidup
Suarakan Karhutla, Viewers Tasya Farasya Anjlok hingga Akun Ustaz Adi Hidayat Kena Banned

2. Gunakan Perlengkapan yang Nyaman

Pilih jaket dengan sirkulasi udara baik agar panas tubuh tidak terjebak. Penggunaan visor smoke atau kacamata pelindung juga dianjurkan untuk mengurangi silau mata akibat pantulan panas aspal.

3. Istirahat Setiap Dua Jam

Pengendara disarankan menepi dan beristirahat maksimal setiap dua jam perjalanan. SPBU, warung teduh, atau rest area di jalur Pantura bisa dimanfaatkan untuk memulihkan kondisi tubuh.

4. Hindari Jam Panas Terik

Top Up DANA Rp10 Juta dari BCA Tak Masuk, Uang Sudah Terpotong: Nasabah Menunggu Kejelasan
Baca Juga · Gaya Hidup
Top Up DANA Rp10 Juta dari BCA Tak Masuk, Uang Sudah Terpotong: Nasabah Menunggu Kejelasan

Jika memungkinkan, hindari berkendara pada pukul 11.30 hingga 13.30 WIB karena suhu udara berada di titik tertinggi.

Oke menegaskan bahwa menjaga emosi dan fokus berkendara jauh lebih penting dibanding sekadar kondisi kendaraan.

“Cengkeraman ban yang paling mahal sekalipun tidak akan berguna jika kita kehilangan kendali atas emosi diri sendiri,” katanya.

Ia pun mengingatkan para pengendara agar tetap mengutamakan keselamatan selama melintas di jalur Pantura yang kini dikenal memiliki suhu cukup menyengat saat musim kemarau mulai datang.

Tags:
#Riding#tips and trick#astra motor#panas ektrim
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…