Duit Rp10 Juta Nyangkut di Dealer JAECOO, Refund Tak Jelas: Konsumen Mengadu
Sabila JP•
Gaya Hidup
ilustrasi gambar Gemini Ai
Suarapantura.com - Janji manis sales mobil bisa bikin konsumen senyum, tapi kalau duit sudah keluar lalu refund tak kunjung jelas, ceritanya lain. Pengalaman ini dialami Reyner, calon pembeli JAECOO J5 EV yang mengaku dananya Rp10 juta tertahan di jaringan dealer JAECOO Artha Pluit dan Serpong.
Alih-alih mendapatkan mobil, Reyner justru harus berkali-kali menagih kepastian soal pembatalan pesanan dan pengembalian uang.
Keluhan tersebut disampaikan Reyner sebagai peringatan kepada calon konsumen sekaligus meminta PT Chery Sales Indonesia selaku ATPM turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.
Booking Fee Rp5 Juta Malah Masuk Dealer Lain
Kisahnya bermula pada 31 Juli 2026. Saat pameran GIIAS, Reyner membayar booking fee sebesar Rp5 juta melalui QR yang diberikan sales JAECOO Artha Pluit.
Belakangan, ia mengetahui dana tersebut justru masuk ke JAECOO Serpong, yang disebut merupakan entitas dealer berbeda.
Bukannya persoalan transfer tersebut diselesaikan terlebih dahulu, Reyner mengaku justru diminta melakukan transfer Rp5 juta lagi dengan janji dana pertama akan dikembalikan.
Di sinilah persoalan mulai melebar.
Janji Refund Berubah-ubah
Menurut Reyner, janji pengembalian uang berubah beberapa kali.
Awalnya disebut akan dikembalikan dalam waktu 1–2 hari setelah pengajuan. Kemudian, saat kembali dikonfirmasi melalui telepon pada 12 Agustus, waktunya berubah menjadi Rabu.
Belakangan, batas pengembalian kembali berubah menjadi selambat-lambatnya 31 Agustus 2026.
Konsumen tentu bertanya-tanya. Kalau urusan refund saja waktunya berubah-ubah, bagaimana nasib uang konsumen?
Transfer Lagi, Total Rp10 Juta
Pada 9 Agustus 2026, Reyner mengaku akhirnya melakukan transfer kedua sebesar Rp5 juta.
Transfer itu dilakukan setelah adanya kesepakatan tertulis melalui chat dengan supervisor dealer. Dalam komunikasi tersebut, menurut Reyner, juga dijanjikan surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani kepala cabang dan akan diterbitkan keesokan harinya.
Dengan transfer kedua itu, total dana Reyner yang berada di jaringan dealer JAECOO menjadi Rp10 juta.
Masalahnya, surat pernyataan yang dijanjikan tersebut disebut tidak pernah diterima.
Chat Tak Dibalas, Telepon Tak Diangkat
Pada 10 Agustus, Reyner mengaku mulai kesulitan mendapatkan kepastian.
Pesan melalui chat disebut tidak mendapat respons selama berjam-jam. Telepon juga diklaim tidak diangkat.
Karena merasa tidak mendapatkan kepastian, malam harinya Reyner mengirimkan pembatalan pemesanan secara tertulis.
Ia meminta konfirmasi pembatalan paling lambat 11 Agustus dan refund penuh Rp10 juta paling lambat 17 Agustus 2026.
Namun, sampai tenggat tersebut berakhir, Reyner mengaku tidak mendapatkan tanggapan dari sales, supervisor maupun manajemen dealer.
Form Pembatalan Dipertanyakan
Yang membuat Reyner semakin kecewa adalah tidak adanya bukti tertulis bahwa proses pembatalan telah diajukan.
Menurutnya, hingga batas waktu yang diberikan, tidak ada form pembatalan, nomor pengajuan maupun tanggal pencairan refund yang diberikan kepadanya.
Padahal, supervisor dealer disebut sempat berjanji akan mengirimkan foto formulir tersebut.
Janji lagi, bukti tak kunjung datang.
Reyner kemudian memperoleh informasi bahwa dalam prosedur standar dealer tersedia formulir pembatalan tertulis yang dapat diberikan kepada konsumen sebagai bukti bahwa proses pembatalan sedang berjalan.
“Form itu ada, hanya tidak pernah dibuatkan untuk saya,” demikian inti keberatan Reyner.
Sudah Mengadu ke Chery, Belum Ada Titik Terang
Tak berhenti menagih ke dealer, Reyner juga mengaku telah menyampaikan pengaduan resmi kepada Customer Care Chery/Jaecoo Indonesia sejak 13 Agustus 2026.
Namun, sampai keluhan tersebut disampaikan, ia mengaku belum mendapatkan tindak lanjut yang memberikan kepastian mengenai proses refund.
Bagi konsumen, masalahnya sederhana: uang sudah ditransfer, pesanan sudah dibatalkan, lalu kapan uang dikembalikan?
Konsumen Minta Rp10 Juta Dikembalikan Utuh
Reyner menegaskan tuntutannya tidak muluk-muluk.
Ia meminta pembatalan pesanan dikonfirmasi secara resmi dan seluruh dana sebesar Rp10 juta dikembalikan tanpa potongan, paling lambat 31 Agustus 2026.
Ia juga mengaku memiliki dokumentasi berupa bukti transfer, percakapan dengan pihak dealer serta riwayat komunikasi yang berkaitan dengan persoalan tersebut.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi calon pembeli kendaraan agar lebih teliti sebelum melakukan pembayaran.
Reyner menyarankan konsumen memastikan rekening tujuan pembayaran menggunakan nama PT yang sama dengan dealer penerbit SPK.
Selain itu, ia mengingatkan calon pembeli agar tidak melakukan transfer tambahan hanya berdasarkan janji lisan tanpa dokumen atau bukti administrasi yang jelas.
Dealer dan Chery Diminta Buka-bukaan
Persoalan refund booking fee seharusnya tidak dibiarkan berlarut-larut. Apalagi nilai yang dipersoalkan mencapai Rp10 juta dan konsumen mengaku telah mengajukan pembatalan secara tertulis.
Publik tentu menunggu penjelasan dari pihak JAECOO Artha Pluit, JAECOO Serpong maupun PT Chery Sales Indonesia mengenai duduk perkara transfer ke entitas dealer berbeda, mekanisme pembatalan, serta status pengembalian dana tersebut.
Hingga berita ini disusun, informasi mengenai refund Rp10 juta masih berdasarkan keterangan dan bukti yang disampaikan konsumen.
Pihak dealer dan PT Chery Sales Indonesia memiliki hak untuk memberikan klarifikasi, bantahan maupun penjelasan mengenai persoalan tersebut.