Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Fenomena Sound Horeg Tuai Pro Kontra, Dokter THT Sebut Jarak Aman dari Dentuman 130 dB

Tim Suara Pantura 02•
Gaya Hidup

 

SuaraPantura.com - Fenomena sound horeg menjadi tren hiburan yang populer di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan ciri khas penggunaan speaker besar, sound horeg menjadi daya tarik tersendiri di tengah masyarakat.

Tak jarang pula pertunjukan tersebut dilengkapi dengan efek visual yang mencolok.

Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Memanas, Peneliti BRIN Ingatkan Publik Jangan Lupakan Karhutla
Baca Juga · Gaya Hidup
Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Memanas, Peneliti BRIN Ingatkan Publik Jangan Lupakan Karhutla

Namun di balik kemeriahan itu, muncul keresahan dari sebagian warga.

Suara yang keras dianggap mengganggu ketenangan sampai dikhawatirkan berdampak buruk pada kesehatan pendengaran.

Polemik ini pun memunculkan perdebatan antara pelestarian hiburan rakyat dan dampak kebisingan terhadap masyarakat umum.

Suarakan Karhutla, Viewers Tasya Farasya Anjlok hingga Akun Ustaz Adi Hidayat Kena Banned
Baca Juga · Gaya Hidup
Suarakan Karhutla, Viewers Tasya Farasya Anjlok hingga Akun Ustaz Adi Hidayat Kena Banned

Menanggapi hal tersebut, Spesialis THT dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, dr. Fikri Mirzaputranto, menegaskan pentingnya menjaga jarak aman dari sumber suara yang terlalu keras seperti sound horeg.

“Pertanyaannya adalah bagaimana melindungi orang yang tidak berhubungan langsung dengan kesenian tersebut (sound horeg),” ujar Fikri dalam program Catatan Demokrasi yang tayang di YouTube tvOneNews, Selasa 22 Juli 2025.

“Tentu harus ada jarak. Yang paling simpel adalah jarak,” lanjutnya.

Top Up DANA Rp10 Juta dari BCA Tak Masuk, Uang Sudah Terpotong: Nasabah Menunggu Kejelasan
Baca Juga · Gaya Hidup
Top Up DANA Rp10 Juta dari BCA Tak Masuk, Uang Sudah Terpotong: Nasabah Menunggu Kejelasan

Fikri menyebutkan bahwa semakin jauh seseorang dari sumber suara, maka intensitas suara yang diterima juga semakin kecil.

Dalam konteks suara sound horeg yang bisa mencapai tingkat kebisingan 130 desibel (dB), Fikri menyarankan jarak aman yang cukup ekstrem.

“2 kilometer,” tegas Fikri saat menjawab pertanyaan tentang jarak aman untuk paparan suara sebesar itu.

Pernyataan ini menambah perspektif baru dalam diskusi publik mengenai sound horeg, khususnya terkait aspek kesehatan dan keselamatan pendengaran masyarakat yang tidak terlibat langsung dalam pertunjukan.

Diskursus pun berlanjut antara penikmat hiburan, pelaku seni, dan pihak berwenang dalam menemukan titik temu yang bisa mengakomodasi budaya sekaligus melindungi kenyamanan publik.***

Tags:
#spesialis tht#dokter#sound horeg
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…