Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Mengintip Fenomena Passion Economy, Cara Konten Kreator Salurkan Hobi hingga Menjadi Ladang Cuan

Tim Suara Pantura 02•
Gaya Hidup

 

SuaraPantura.com - Pada era digital masa kini, semakin banyak anak muda Indonesia yang menjadikan hobi sebagai ladang cuan alias sumber keuntungan.

Fenomena ini dikenal sebagai passion economy, tren global di mana gairah hobi seseorang ternyata bisa diolah menjadi karya yang menarik perhatian.

Bagi sebagian orang, passion economy mungkin terdengar asing. Namun contoh nyatanya bisa dilihat di sekitar kita, yakni tentang kreator konten yang awalnya hanya berbagi kesukaan sederhana, kemudian berkembang menjadi konten kreator yang terkenal.

Salah satunya Nessie Judge. Ia dikenal luas lewat konten bertema misteri di YouTube. Dengan gaya bercerita khas, Nessie mampu mengubah minatnya pada sejarah dan kisah unik menjadi tontonan yang ditunggu-tunggu jutaan penonton.

Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Memanas, Peneliti BRIN Ingatkan Publik Jangan Lupakan Karhutla
Baca Juga · Gaya Hidup
Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Memanas, Peneliti BRIN Ingatkan Publik Jangan Lupakan Karhutla

Hal ini menggambarkan bagaimana passion economy bekerja, yaitu sebuah hobi yang dijalani dengan konsisten bisa menjadi identitas seseorang sekaligus ladang cuan.

"Modal utama bukan uang, melainkan keberanian mengekspresikan diri dan membangun koneksi dengan audiens," demikian keterangan Mighty Networks yang dikutip pada Sabtu, 23 Agustus 2025.

Fenomena lain juga tampak pada sosok kreator konten Indonesia lainnya, seperti Windah Basudara, streamer gaming yang akrab dengan komunitas “bocil kematian”.

Daya tarik Windah bukan semata keterampilan bermain game, melainkan interaksi hangat dan humor khas yang membuat pengikutnya merasa dekat.

Suarakan Karhutla, Viewers Tasya Farasya Anjlok hingga Akun Ustaz Adi Hidayat Kena Banned
Baca Juga · Gaya Hidup
Suarakan Karhutla, Viewers Tasya Farasya Anjlok hingga Akun Ustaz Adi Hidayat Kena Banned

Kreator lain yang tak kalah pamor, Fadil Jaidi bersama ayahnya, Pak Muh, yang menunjukkan sisi berbeda passion economy.

Konten keluarga yang mereka tampilkan spontan dan apa adanya, namun justru itu yang membuat penonton merasa terhubung dengan mereka.

Lantas, bagaimana awal kemunculan tren passion economy ini? Begini awalnya:

Muncul saat Gen Z Terdampak Covid-19

Top Up DANA Rp10 Juta dari BCA Tak Masuk, Uang Sudah Terpotong: Nasabah Menunggu Kejelasan
Baca Juga · Gaya Hidup
Top Up DANA Rp10 Juta dari BCA Tak Masuk, Uang Sudah Terpotong: Nasabah Menunggu Kejelasan

Usut punya usut, Generasi Z disebut sebagai motor utama dari tren ini. Terlahir di era teknologi, mereka tumbuh bersama media sosial.

Maka tak heran jika banyak anak muda kini lebih memilih menyalurkan kreativitas lewat konten digital daripada terikat pada pekerjaan kantoran.

Dari sisi yang lain, pandemi Covid-19 semakin mempercepat tren ini. Saat banyak orang bekerja dari rumah, muncul kesadaran bahwa mencari nafkah tidak selalu harus di kantor.

Hal itu membuat passion economy dianggap sebagai fenomena kerja yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan zaman.

Perkembangan media sosial dan platform digital pun kini dinilai telah mempermudah siapa pun untuk memonetisasi keterampilan.

Tidak perlu menjadi selebritas besar, cukup dengan menghadirkan sesuatu yang unik dan konsisten, peluang untuk mendapat penghasilan terbuka lebar. Tertarik mencoba?***

Tags:
#hobi#konten kreator#era digital#passion economy
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…