Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Dari Kampus ke Dunia Kerja, Tantangan Berat Menanti Fresh Graduate di Tengah Ekonomi yang Lesu

Tim Suara Pantura 02•
Gaya Hidup

 

SuaraPantura.com - Memulai karier pertama setelah lulus sekolah atau perguruan tinggi merupakan momen penting yang bisa menentukan masa depan seorang lulusan baru atau disebut sebagai fresh graduate.

Kendati demikian, ketika resesi melanda dan tingkat pengangguran meningkat, banyak fresh graduate harus menghadapi kenyataan pahit.

Mereka dinilai cenderung lebih sulit mendapatkan pekerjaan berkualitas dibandingkan dengan yang lulus di masa ekonomi stabil.

Dalam riset TD Economic yang dipublikasikan pada Februari 2024 lalu, kondisi ini bisa berdampak panjang.

Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Memanas, Peneliti BRIN Ingatkan Publik Jangan Lupakan Karhutla
Baca Juga · Gaya Hidup
Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Memanas, Peneliti BRIN Ingatkan Publik Jangan Lupakan Karhutla

Fresh graduate yang memulai karier dalam situasi underemployed atau bekerja di bawah kualifikasi, berisiko tidak menikmati penuh keuntungan dari gelar pendidikan yang mereka miliki.

Dampak tersebut bisa terasa hingga bertahun-tahun kemudian, membuat mereka tertinggal dari rekan-rekan seangkatan.

“Pekerjaan pertama seseorang setelah lulus sangat berperan dalam membentuk arah karier mereka. Memulai di tengah resesi berarti kemungkinan besar harus menerima pekerjaan dengan kualitas yang lebih rendah,” tulis TD Economic dalam risetnya.

Meski begitu, terdapat secercah harapan. Program pembelajaran berbasis kerja atau work-integrated learning (WIL) dinilai dapat membantu memperbaiki peluang di pasar kerja.

Suarakan Karhutla, Viewers Tasya Farasya Anjlok hingga Akun Ustaz Adi Hidayat Kena Banned
Baca Juga · Gaya Hidup
Suarakan Karhutla, Viewers Tasya Farasya Anjlok hingga Akun Ustaz Adi Hidayat Kena Banned

“Kesempatan pengembangan keterampilan melalui WIL bisa menjadi jalan keluar, terutama ketika ekonomi melambat dan peluang kerja menyempit,” jelas TD Economic.

Dalam riset itu juga diketahui, saat krisis keuangan global pada tahun 2024, jumlah fresh graduate yang mendapatkan pekerjaan dengan keterampilan tinggi turun drastis hingga 20 persen. Kondisi tersebut dinilai butuh waktu lebih dari 3 tahun untuk pulih.

Fenomena serupa terjadi di awal pandemi Covid-19. Kesempatan mendapatkan pekerjaan berkualitas anjlok dengan cepat, meski kemudian pulih lebih cepat seiring pelonggaran pembatasan.

Di sisi lain, pengalaman ini memperlihatkan betapa rapuhnya posisi fresh graduate ketika pasar kerja mengecil.

Top Up DANA Rp10 Juta dari BCA Tak Masuk, Uang Sudah Terpotong: Nasabah Menunggu Kejelasan
Baca Juga · Gaya Hidup
Top Up DANA Rp10 Juta dari BCA Tak Masuk, Uang Sudah Terpotong: Nasabah Menunggu Kejelasan

“Ketika pilihan pekerjaan terbatas, banyak pekerja akhirnya menerima pekerjaan di bawah standar. Hal ini berdampak pada keterampilan yang mereka kembangkan dan juga pendapatan yang mereka hasilkan,” ungkap riset TD Economic.

Dengan perlambatan ekonomi yang kini kembali membayangi, peringatan TD Economic dalam risetnya kini menjadi relevan.

Terlebih, resesi bukan hanya soal kehilangan pekerjaan, tapi juga kehilangan kesempatan emas untuk membangun fondasi karier yang kokoh bagi fresh graduate.***

Tags:
#lesu#dunia kerja#kampus#ekonomi#fresh graduate
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…