Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Dokter Resna: Penderita Asam Lambung Aman Berpuasa, Perhatikan 5 Hal ini

Andri S.•
Gaya Hidup

SuaraPantura.com - Penyakit yang mengganggu pencernaan seperti maag, dan asam lambung (Gerd) kerapkali menjadi momok menakutkan bagi sejumlah orang yang menjalani ibadah puasa Ramadhan.

Dr. Resna Murti Wibowo, Sp.PD FINASIM, M.Kes., dari RS Bunda Margonda Depok mengatakan, ibadah puasa Ramadhan tetap dapat dijalani oleh para penderita penyakit asam lambung.

Menurut dr. Resna, ada 5 hal yang perlu diperhatikan oleh penderita penyakit pencernaan saat menjalani puasa. Pertama, melakukan puasa dengan ikhlas dan tidak terpaksa.

Kedua, sahur disaat menjelang imsak/shubuh dan menyegerakan berbuka puasa. Ketiga, jangan stress. Pasalnya, stress akan meningkatkan asam lambung. Keempat, menikmati aktivitas selama ramadhan.

Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Memanas, Peneliti BRIN Ingatkan Publik Jangan Lupakan Karhutla
Baca Juga · Gaya Hidup
Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Memanas, Peneliti BRIN Ingatkan Publik Jangan Lupakan Karhutla

"Serta, cukup istirahat/tidur untuk membantu organ pencernaan dan asam lambung," terang dr. Resna dihubungi, Kamis30 Maret 2023.

dr. Resna yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam juga menyarankan beberapa hal bagi penderita asam lambung, maag atau Gerd.

Ia menyarankan, saat sahur makan makanan yang cukup dan tidak berlebihan, serta tidak merangsang asam lambung seperti makanan pedas, bersantan dan berbumbu kacang.

Suarakan Karhutla, Viewers Tasya Farasya Anjlok hingga Akun Ustaz Adi Hidayat Kena Banned
Baca Juga · Gaya Hidup
Suarakan Karhutla, Viewers Tasya Farasya Anjlok hingga Akun Ustaz Adi Hidayat Kena Banned

"Buah yang manis serta minum air putih yang cukup. Hindari minuman teh pekat, kopi ataupun soda," ujarnya.

Kemudian, saat berbuka puasa, sambung dr. Resna, sebaiknya menyegerakan berbuka dengan air putih atau air yang manis, cemilan manis seperti buah kurma dan makanan ringan yang tidak merangsang (pedas, bersantan, berbumbu kacang),  jangan terlalu kenyang dahulu untuk memberikan ruang pada lambung dan tidak menjadi terlalu asam.

"Makan besar dilakukan setelah 15 menit setelah takjil dan bisa melakukan sholat maghrib dahulu," imbuhnya.

Top Up DANA Rp10 Juta dari BCA Tak Masuk, Uang Sudah Terpotong: Nasabah Menunggu Kejelasan
Baca Juga · Gaya Hidup
Top Up DANA Rp10 Juta dari BCA Tak Masuk, Uang Sudah Terpotong: Nasabah Menunggu Kejelasan

dr. Resna yang mendapatkan gelar dokter spesialis penyakit dalam di Universitas Sebelas Maret Surakarta itu menambahkan, makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita penyakit pencernaan adalah makanan yang merangsang asam lambung seperti makanan yang pedas, berbumbu kacang, bersantan, gorengan bertepung (berminyak banyak seperri bakwan, mendoan atau tahu isi, fuyunghai), mie kuning yang mengembang, buah-buahan yang asam atau kecut.

Adapun makanan yang disarankan dr. Resna selama puasa ramadhan pada pasien gangguan lambung, seperti makanan yang manis, lembut/tidak keras, tidak pedas, bumbu tidak tajam, rendah garam dan lada.

"Untuk minuman yang disarankan selama puasa ramadhan dengan gangguan lambung seperti minuman hangat, minuman manis, sirup, es buah, teh manis tapi ringan (tidak pekat/ kekuningan), dan jus buah manis," pungkasnya.***

Tags:
#rs bunda margonda#asam lambung#puasa#ramadhan#dokter#resna murti wibowo
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…