SuaraPantura.com - Sebagian orang banyak yang masih menggunakan tisu magic saat akan berhubungan dengan pasangan. Mereka pun mempertanyakan bagaimana cara pemakaian tisu magic menurut dokter.
Tentu cara pemakaian tisu magic menurut dokter sangat jarang yang mengulas. Bahkan beberapa dokter tidak merekomendasikan penggunaan ini.
Sehingga cara pemakaian tisu magic menurut dokter pun minim informasi. Namun demikian, berikut kita sajikan cara pemakaian tisu magic sesuai petunjuk yaknu :
Untuk memakai tisu magic ini cukup mudah, sebelum berhubungan seksual cukup oleskan tisu magic sekitar 5-15 menit, biarkan hingga meresap.
Hal ini bertujuan untuk mengurangi rasa sensitivitas terhadap ejakulasi dini.
Setelah kering, cuci dengan sabun hingga bersih, agar tidak menimbulkan rasa pahit saat istri melakukan oral seks.
Cukup gunakan satu lembar tisu untuk satu kali pemakaian. Kandungan dalam tisu magic antara lain alkohol, benzalkonium klorida, triclosa, cocamidopropyl betaine, PEG-78, glyceryl cocoate, serta bahan-bahan lainnya.
Tisu magic dapat bertahan hingga 4 menit, seperti dalam penelitian tahun 2017 pria yang menggunakan tisu magic selama 2 bulan membutuhkan waktu untuk berejakulasi rata-rata 4 menit.
Cara kerja tisu magic adalah dengan menghasilkan efek baal atau mati rasa pada kulit penis. Hal ini membuat ereksi lebih tahan lama dan menunda ejakulasi.
Itulah mengapa tisu ini digunakan untuk mengatasi ejakulasi dini.
Tisu basah khusus pria ini bisa mencegah penularan penyakit seksual karena mengandung zat antiseptik dan antibakteri yang bisa membunuh kuman.
Selain itu, tisu ini bisa mengatasi kulit penis gatal dan tidak memicu reaksi alergi atau efek samping, termasuk pada vagina.
Kandungan Tisu Magic
1. Triclosan
Salah satu zat yang dapat menimbulkan efek samping adalah triclosan. Beberapa penelitian menemukan bahwa triclosan dapat membuat kulit rentan mengalami kerusakan karena alergi dan iritasi.
2. Benzalkonium chloride
Kandungan utama tisu magic, yaitu benzalkonium chloride, juga berpotensi menimbulkan efek samping. Efek samping yang dapat muncul meliputi ruam, kulit mengelupas, pembengkakan, dan iritasi kulit yang parah.
3. Ethyl alcohol
Selain triclosan dan benzalkonium chloride, alkohol sebagai zat yang cukup banyak terkandung dalam tisu magic juga dapat menyebabkan masalah kulit. Zat yang sering digunakan dalam produk perawatan luka ini dapat menimbulkan keluhan berupa rasa perih dan menyengat pada kulit.
4. Parfum
Zat berikutnya yang dapat menimbulkan efek samping adalah parfum. Kabar buruknya, efek samping parfum bukan hanya bisa terjadi saat zat tersebut terserap kulit, tetapi juga saat Anda menghirup aromanya. Parfum juga diketahui merupakan salah satu penyebab utama dermatitis kontak.
Efek Samping Tisu Magic
1. Reaksi alergi dan iritasi
Reaksi alergi dapat bersumber dari kandungan parfum saat menggunakan tisu magic.
Kandungan alkohol, benzocaine, dan triclosan juga dapat menimbulkan iritasi pada jaringan mukosa di penis atau vagina.
Hal ini dapat diperparah apabila timbul luka lecet akibat gesekan yang terjadi selama penetrasi berlangsung.
2. Rasa ketergantungan
Penggunaan dalam jangka waktu lama juga dapat menimbulkan ketergantungan.
Hal ini karena pengguna merasa kurang percaya diri dan takut mengalami ejakulasi dini apabila berhubungan seks tanpa tisu magic.
3. Kelainan darah
FDA Amerika Serikat mengeluarkan peringatan pada tahun 2018 bahwa penggunaan benzokain berpotensi menyebabkan kelainan darah yang disebut methemoglobinemia.
Kondisi ini menyebabkan terlalu banyak zat methemoglobin yang dilepaskan dalam tubuh Anda. Methemoglobin membawa oksigen tetapi tidak mengalirkannya ke dalam sel tubuh.
4. Menyulitkan pembuahan
Penggunaan benzokain sembarangan juga berpotensi merusak saraf dan jaringan mukosa.
Kandungan tisu magic bisa membunuh sel-sel sperma sehingga dapat menghambat terjadinya pembuahan.
5. Infeksi
Gliserin dapat meningkatkan koloni jamur Candida yang dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi jamur vagina dan infeksi saluran kencing pada wanita.
Demikian artikel ulasan cara pemakaian tisu magic menurut dokter.
Semoga bermanfaat.
***