Penyebab Tiktok Shop Lebih 'Rame' Dibanding Shopee sebagai Platform Live Shopping, ini Alasannya
Andri S.•
Gaya Hidup
SuaraPantura.com - Berbelanja secara online atau online shopping sudah menjadi kegiatan berbelanja yang digunakan oleh sebagian masyarakat. Hal tersebut meningkat saat terjadi wabah pandemi Covid-19 beberapa tahun yang lalu.
Online shopping kini seperti menjadi kebutuhan hidup bagi sebagian orang. Apalagi dengan banyaknya kemudahan yang ditawarkan platform belanja online baik dari pembayaran, pengiriman barang serta berbagai promo yang hampir setiap bulan ditawarkan.
Salah satu fitur menarik yang dibuat oleh platform online shopping adalah live shopping. Melalui fitur ini, penjual dan pembeli dapat melakukan transaksi layaknya di dunia nyata. Dari mulai menanyakan spesifikasi barang, hingga melakukan penawaran.
Berdasarkan survei Jakpat, 83% masyarakat Indonesia pernah menonton live shopping. Ini memberikan potensi yang signifikan bahwa ternyata live shopping ini memiliki pasar yang luas.
Di Indonesia, TikTok Shop dan Shopee adalah 2 platform yang banyak digunakan untuk melakukan live shopping. Tokopedia juga melakukan, namun volumenya masih kecil. Meski Shopee sudah memulai lebih dulu, namun popularitas TikTok Shop jauh lebih menarik.
TikTok dan Shopee sebagai dua platform live streaming atau live shopping tentu saja memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan baik dari sisi fitur maupun sistem yang mereka gunakan.
Dari beberapa variabel, kita dapat menentukan platform mana yang lebih baik untuk penjual maupun untuk pembeli
1. Pajak TikTok Shop memberikan pajak untuk penjual sebesar 4% sedangkan Shopee mematok pajak di angka 5%. Di sini jelas TikTok Shop lebih unggul dibandingkan Shopee.
Tarif pajak inilah yang menjadi salah satu alasan penjual atau seller lebih memilih TikTok Shop dibanding Shopee.
2. Fitur TikTok Shop terhubung langsung dengan akun TikTok, sehingga pengguna TikTok tak perlu membuat akun baru. Keuntungan lainnya, tentu saja pengguna TikTok yang sudah cukup banyak di Indonesia sehingga peluang lebh banyak ditonton saat live pun semakin besar.
Untuk pembayaran Shopee lebih banyak memberikan pilihan, selain menggunakan fitur ShopeePay maupun ShopeePay Later, fitur yang banyak diburu adalah opsi pembayaran cash on delivery (COD).
3. Jumlah Pengguna Data yang dirilis oleh Statista, Indonesia merupakan pengguna TikTok terbesar kedua di dunia, dengan total mencapai 113 juta pengguna.
Melihat dari sisi penjual, TikTok juga berhasil menjadi aplikasi untuk live selling terfavorit di Indonesia. Menurut survei perusahaan logistik Ninja Xpress pada November 2022 dari 316 pedagang Indonesia, sekitar 27.5% responden memakai TikTok.
Di lain sisi, Shopee menempati posisi kedua dengan responden sekitar 26.5%. Pada survei yang sama, dijelaskan bahwa satu dari tiga pedagang menggunakan live streaming untuk berjualan langsung.
Situs insight aplikasi Apptopia juga mengabarkan, jumlah unduhan TikTok Shop Seller Center meningkat pesat tahun 2022, hingga mencapai puncaknya yaitu 800.000 unduhan. Berbeda dengan Shopee Partner yang hanya mencapai 50.000 unduhan.
Terakhir, hasil survei Cube Asia menyebutkan bahwa pengguna Shopee di Indonesia, Thailand, serta Filipina meningkat sebesar 51%. Hal ini dikarenakan pengguna e-commerce tersebut yang beralih ke TikTok Shop.
4. Potensi Penjualan Penggunaan e-commerce TikTok dan Shopee dapat menjadi media pemasaran yang kuat. Menurut penelitian terhadap UMKM di Kudus yang dilakukan A. Supriyanto, et al (2023), TikTok memiliki potensi penjualan yang lebih dari Shopee.
Pada penelitian ini, UMKM Grosir Murah Kudus dan Alibaba Konveksi akan digunakan sebagai komparasi. Keduanya memiliki akun TikTok dan Shopee, serta menjual produk yang sama yakni fashion muslim kekinian. Kemudian, penghasilan masing-masing UMKM dalam 3 bulan digunakan sebagai perbandingan.
Dari data itulah disimpulkan TikTok Shop memiliki potensi penjualan yang lebih besar dari Shopee. Meskipun akun kedua UMKM tersebut memiliki banyak pengikut, mayoritas pelanggan lebih memilih menggunakan TikTok Shop.
5. Strategi Engagement Untuk mendapatkan engagement dari konsumen, kedua platform TikTok Shop dan Shopee menerapkan strategi yang berbeda. Mulai dari bagaimana kedua platform menarik dan mengajak masyarakat untuk memakainya.
Sebagai aplikasi media sosial, menggulir video TikTok sudah menjadi kebiasaan dari mayoritas masyarakat Indonesia. Jadi, integrasi TikTok Shop pada TikTok dianggap dapat memanfaatkan media audio-visual di dalamnya untuk mengoptimalkan engagement.
Dengan menggunakan video berdurasi pendek TikTok, penjual dapat menarik minat dari pengguna TikTok yang memakainya setiap hari. Ditambah dengan adanya live shopping, interaksi antara kedua pihak menjadi lebih kuat.
Berbeda dengan TikTok, Shopee pada dasarnya adalah website e-commerce, sehingga sulit untuk mendapatkan engagement secara otomatis. Sebagai gantinya, Shopee membuat program seperti Kampus UMKM Shopee.
Selain itu, Shopee memusatkan fokusnya kepada pengalaman shopping, berbeda dengan TikTok yang lebih universal. Jadi, bisa dinilai bahwa strategi TikTok dapat meningkatkan engagement lebih besar dari Shopee.
TikTok Shop vs Shpee Dari lima aspek yang menjadi perbandingan kedua platform tersebut, TikTok Shop dinilai lebih unggul daripada Shopee terutama untuk para seller. Meski keduanya menyajikan live streaming untuk berjualan, penjualan dengan TikTok Shop lebih berpotensi.
Sebab itu, penjual dapat mempertimbangkan penggunaan TikTok Shop untuk meningkatkan potensi penjualan. Selama fenomena live shopping masih mengemuka, penjual dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berkembang.***