SuaraPantura.com - Baru-baru ini muncul rem merokok menggunakan pipa rokok kayu yang dianggap lebih memunculkan kenikmatan tersendiri bagi para perokok.
Pipa rokok kayu berbagai jenis pun akhirnya muncul mulai dari yang termahal sampai yang unik.
Kemudian bermunculan pipa rokok Kayu jenis gaharu, Kelor, Sonokeling, Jati, Katuk dan lain sebagainya.
Masing-masing dari jenis kayu memiliki karakteristik dan seringkali memunculkan aroma yang khas dari masing-masing jenis pipa rokok kayu.
Menggunakan pipa rokok kayu menjadi semacam gaya hidup baru bagi para perokok kretek.
Hal ini muncul setelah kenaikan harga rokok bercukai dan isu kenaikan harga rokok yang signifikan sehingga membuat banyak perokok mencari alternatif.
Mereka banyak yang beralih merokok dari rokok jenis filter ke rokok jenis Kretek yang dinilai lebih murah.
Selain itu muncul juga Gaya hidup baru bahkan di kalangan anak muda menggunakan rokok jenis tinggi atau ngelinting dewe.
Mereka membeli tembakau secara curah atau langsung dari petani kemudian membeli alat dinding sendiri dan menggunakannya sebagai rokok hand made.
Hidup ini berkembang dari pedesaan hingga perkotaan sehingga muncul penjualan tembakau curah yang beraneka ragam rasa mulai dari rasa buah-buahan sehingga rasa rokok pabrikan yang sudah beredar.
Ini jugalah yang menghidupkan gaya hidup baru para perokok Kretek khusus yang merokok menggunakan pipa rokok kayu yang dianggap lebih memunculkan aroma khas.
Perekonomian UMKM pun ikut bertumbuh yakni mereka yang menjadi pengrajin pipa rokok kayu berbagai jenis di Indonesia apalagi di Indonesia ini kaya akan tanaman atau pepohonan kayu yang beraneka ragam.
Saat ini sudah banyak lahir di pipa rokok kayu dengan jenis kayu yang luar biasa banyak dan dijual di marketplace.
Sementara dengan gaya hidup baru ini belum diketahui Apakah pendapatan atau profit dari para raksasa konglomerasi rokok ini menurun atau tidak.***