Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Keistimewaan Pipa Rokok Kayu Cendana, Ternyata Menyimpan Rahasia Besar Ini

Desky Danuaji•
Gaya Hidup

SuaraPantura.com - Banyak perokok baru-baru ini suka menggunakan pipa rokok kayu dari berbagai jenis untuk menikmati rokoknya dengan cara baru.

Salah satu yang menjadi primadona adalah jenis pipa rokok kayu cendana yang dianggap istimewa.

Pipa rokok kayu cendana ini punya karakteristik aroma yang harum khas kayu cendana.

Kayu ini juga dinilai memiliki harga ekonomi yang cukup tinggi sehingga kepemilikan pipa rokok kayu Cendana ini dianggap memiliki kelas tersendiri dalam komunitas.

Lantaran karena keistimewaannya, nama cendana sendiri dijadikan sebutan bagi keluarga mantan presiden Soeharto yang disebut 'keluarga Cendana'.

Dalam terminologi Jawa, kayu cendana memiliki mitos tersendiri berkaitan dengan kejayaan dan kekuasaan.

Disebutkan bahwa Raja Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit memiliki tongkat ajaib dari kayu cendana.

Tongkat ini disebut Kyai Gada Cakra Buwana yang memiliki kekuatan magis untuk mengalahkan musuh-musuh raja.

Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Memanas, Peneliti BRIN Ingatkan Publik Jangan Lupakan Karhutla
Baca Juga · Gaya Hidup
Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Memanas, Peneliti BRIN Ingatkan Publik Jangan Lupakan Karhutla

Menurut mitos ini, tongkat ini dibuat oleh seorang pertapa bernama Kyai Gada Cakra Buwana yang tinggal di Gunung Lawu.

Ia membuat tongkat ini dari kayu cendana pilihan yang diberkati dengan mantra-mantra sakti.

Tongkat ini kemudian diberikan kepada Raja Brawijaya V sebagai hadiah atas jasanya dalam menyebarkan agama Islam di Jawa.

Sementara itu mitos yang sama juga dipercaya oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kayu Cendana ini memiliki cerita tersendiri berkaitan dengan adat istiadat dan perkawinan.

Dikisahkan dahulu kala ada seorang pemuda bernama Meni yang jatuh cinta pada seorang gadis bernama Hau.

Mereka berdua ingin menikah tetapi ditentang oleh orang tua Hau karena Meni tidak memiliki harta atau tanah untuk membayar mahar atau belis.

Suarakan Karhutla, Viewers Tasya Farasya Anjlok hingga Akun Ustaz Adi Hidayat Kena Banned
Baca Juga · Gaya Hidup
Suarakan Karhutla, Viewers Tasya Farasya Anjlok hingga Akun Ustaz Adi Hidayat Kena Banned

Meni pun berusaha mencari harta dengan berdagang di luar pulau.

Suatu hari, Meni mendapatkan sepotong kayu harum dari seorang pedagang asing. Ia pun membawanya pulang untuk diberikan kepada Hau sebagai mahar.

Namun, ketika ia sampai di rumah Hau, ia mendapati bahwa Hau telah meninggal karena sakit hati menunggunya. Meni pun sangat sedih dan menanam kayu harum tersebut di atas kuburan Hau.

Keajaiban pun terjadi. Kayu harum tersebut tumbuh menjadi pohon besar yang mengeluarkan aroma wangi sepanjang tahun.

Pohon itu kemudian dinamakan Hau Meni atau pohon cendana sebagai pengingat akan kisah cinta Meni dan Hau. Pohon cendana pun menjadi lambang kesetiaan.

Sementara itu ada juga kisah tentang Cendana berkaitan dengan mantan presiden Soeharto.

Erwan Juhara dalam buku 'Pak Harto The Untold Stories' halaman 356 menceritakan,  pertama kalinya Erwan bertemu dengan Presiden Soeharto adalah pengalaman yang tidak terlupakan.

Top Up DANA Rp10 Juta dari BCA Tak Masuk, Uang Sudah Terpotong: Nasabah Menunggu Kejelasan
Baca Juga · Gaya Hidup
Top Up DANA Rp10 Juta dari BCA Tak Masuk, Uang Sudah Terpotong: Nasabah Menunggu Kejelasan

Pertemuan pertama itu juga membuat kesan tersendiri dengan sosok Soeharto.

Erwan kala itu di tahun 1996 adalah seorang guru di SMA 1 Maja, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Erwan kemudian mengikuti lomba keberhasilan guru dalam pembelajaran tingkat nasional.

Erwan pun terpilih sebagai nominasi dari 120 guru se-Indonesia dipanggil dan dikarantina di Taman Mini Indonesia Indah.

Erwan ditetapkan sebagai juara kategori SMA dan Muhammad Iqbal dari NTB juara untuk kategori guru SMP.

Pada tanggal 26 November 1996, Iqbal menerima hadiah simbolis dari Presiden Soeharto dan Wapres Try Sutrisno.

Saat itulah untuk pertama kalinya Erwan dan Iqbal bertemu bertatap muka bahkan sempat berbincang dengan penguasa orde baru itu.

"Iqbal lebih dahulu mencium tangan Soeharto dan berbicara sejenak kepadanya. Tiba giliran tangan saya mencium tangannya. Saya menghirup harum kayu cendana selain wangi tubuh Soeharto yang tidak bisa saya lupakan," ujar Erwan dalam buku 'Pak Harto The Untold Stories' halaman 356.***

Tags:
#pipa rokok kayu cendana#soeharto#mitos#keistimewaan#manfaat
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…