SuaraPantura.com - Kali ini kita bakal bagikan tentang manfaat pipa rokok kayu Galih Asem yang unik.
Pipa rokok Galih Asem ini belakangan menjadi buah bibir usai trend merokok dengan pipa rokok kiat digandrungi masyarakat.
Galih asem adalah bagian tengah dari batang pohon asam yang sudah berusia ratusan tahun.
Sehingga teksturnya sangat keras berwarna hitam legam.
Bagian galih asem inilah, yang langka dan dinilai memiliki khasiat bagi pemiliknya.
Dahulu di era kerajaan, pohon galih asam ini biasa dicari sebagai bahan baku untuk membuat ”pusaka”.
Misalnya warangka keris, tongkat, dan pusaka lainnya yang dikonotasikan sebagai ageman (pegangan) para pemimpin.
Bahkan, kini kayu jenis galih asam ini juga dijadikan sebagai tongkat komando para pejabat.
Kayu Galih Asem disebut sebagai Kayu “Satria Pandhita”, atau kayunya para pemimpin yang berwibawa dan bijaksana.
Galih Asem ini berasal dari pohon asam Jawa (Tamarindus indica).
Nama asam Jawa sendiri merupakan sebutan dari orang-orang Melayu karena buah asam ini banyak digunakan sebagai bumbu masakan Jawa.
Asam Jawa (Tamarindus indica) adalah pohon berperawakan besar yang selalu hijau. Buahnya rasanya asam dan sering digunakan sebagai bumbu masakan atau minuman.
Habitat Asam Jawa termasuk tumbuhan tropis.
Pohon ini dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian hingga 1500 m dpl.
Dapat tumbuh pada tanah berpasir atau tanah liat, khususnya pada wilayah yang musim keringnya jelas dan cukup panjang.
Manfaat Asam Jawa banyak diamnfaatkan buahnya sebagai bumbu masakan Jawa, misalnya untuk sayur asem.
Juga digunakan sebagai bahan dasar jamu, misalnya jamu kunir asem atau asem anggur.
Kayu asam Jawa berwarna merah kecoklatan. Sifatnya berat, keras, padat, awet dan bertekstur halus. Kayu ini biasa dipakai sebagai bahan baku mebel, patung ataupun ukir-ukiran.
Pohon asam Jawa pada umumnya dimanfaatkan sebagai pohon peneduh yang ditanam di tepi jalan.
Kata asem berasal dari kata nengsem (nengsemake) yang berarti menyenangkan.
Daun pohon asem dalam Bahasa Jawa disebut dengan sinom.
Sinom atau enom dapat berarti juga muda. Karena itu pohon asam Jawa bagi masyarakat Jawa melambangkan masa muda (yang menyenangkan).***