SuaraPantura.com - Bagi kalian para pecinta pipa rokok kayu tentu ngga asing dengan jenis pipa rokok kayu kemuning.
Tanaman Kemuning biasa tumbuh liar menyemak belukar, di tepi hutan, atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar.
Tanaman Kemuning ini hingga 12 meter, tetapi biasanya ia ditemui tumbuh berkisar 2 hingga 3 meter.
Tekstur kayunya yang bertekstur halus, serat lurus, kuat, warna kompak, padat dengan tingkat kekerasan yang sedang membuatnya mudah dikerjakan menjadi berbagai jenis kerajinan salah satunya pipa rokok katu kemuning.
Pada saat ini tanaman kemuning termasuk sulit untuk ditemukan.
Kelangkaan jumlah populasi kemuning ini dilatar belakangi oleh cerita mistis yang melingkupi kehidupanya.
Pada waktu lampau kemuning dipercayai sebagai tempat tinggal favorit bagi makhluk halus.
Bunganya yang berbau sangat harum pada saat mekar semakin memperkuat mitos ini.
Pada akhirnya, hal ini menyebabkan kemuning cenderung tidak banyak dibudidayakan, bahkan dibiarkan begitu saja dan diharapkan untuk musnah dalam kehidupan ini.
Orang Minangkabau secara tradisional menggunakan akar kemuning untuk tangkai pisau atau ladiang (golok).
Urat kemuning warnanya bagus dan kayunya liat, sehingga tidak mudah pecah jika digunakan.
Kayu kemuning juga bisa digunakan untuk sempoa, tangkai kuas dan juga untuk tongkat.
Manfaat yang bisa kamu dapat dari penggunaan pipa rokok kayu kemuning adalah pamornya yang berkelas karena kayu ini merupakan salah satu kayu langka.
Selain itu dengan rongga kayu kemuning ini dipercaya bisa mengurani nikotin sehingga tidak langsung mengenai mulut karena melalui pipa rokok kayu kemuning ini.***