Sebagai Orang tua tentu semua mengharapkan memiliki anak yang selalu berbahagia. Maka banyak cara yang dilakukan para orang tua demi merealisasikan keinginan tersebut.
Nah sebagai Orang Tua tentu kita wajib tahu bagaimana melihat tolak ukur kebahagiaan anak kita.
Berikut ciri-ciri anak bahagia agar orang tua mampu menganalisia yang memantau perkembangan anak, terutama menjaga kebahagiaan anak, berikut ulasannya:
1. Merasa puas dengan apa yang dimilikinya
Anak yang bahagia merasa puas dengan apa yang dimilikinya. Ia tidak menginginkan segalanya yang bisa membuat orangtuanya kewalahan. Selain itu, anak bahagia juga tidak menginginkan sesuatu yang dimiliki oleh orang lain ataupun mengamuk untuk mendapatkannya.
2. Jarang tantrum
Anak bisa tantrum ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Ia mungkin menangis kencang, berguling di lantai, hingga melempar barang di rumah atau bahkan di depan umum. Namun, anak yang bahagia cenderung jarang tantrum. Ia justru terlihat aktif dan ceria.
3. Suka membantu
Jika anak suka membantu tugas-tugas sederhana, seperti membereskan mainannya sendiri tanpa merasa terbebani, dapat mengindikasikan tanda anak bahagia. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa ibu berhasil mendidik si kecil dengan tepat.
4. Menghormati orang yang lebih tua
Kebahagiaan anak juga dapat ditunjukkan dengan menghormati orang yang lebih tua. Anak-anak bahagia bisa membedakan antara teman sebayanya dan orang tua. Ia akan memperlakukan orang yang lebih tua dengan hormat dan mendengarkan nasihat mereka dengan baik.
5. Mau berbagi
Terkadang, berbagi merupakan hal yang sulit untuk anak lakukan. Namun, anak yang bahagia cenderung mau berbagi camilan atau mainan kepada teman-temannya. Pola asuh yang tepat bisa mendorong anak menguasai keterampilan ini.
6. Tidak mencari perhatian secara berlebihan
Anak sering kali berusaha menarik perhatian orangtua secara berlebihan, misalnya dengan menangis atau mengamuk hingga apa yang ia inginkan terpenuhi. Namun, anak bahagia adalah anak yang pengertian dan tidak mencari perhatian dengan cara yang buruk.
7. Tidak membangkang
Mendidik dan mengasuh terkadang bukan hal yang mudah bagi orangtua. Namun, anak yang bahagia cenderung tidak akan membangkang. Ia dapat memperhatikan apa yang Anda katakan dengan baik. Selain itu, saat mengakui kesalahan, anak juga bisa menerimanya dengan lapang dada.
***