SuaraPantura.com - Kabar masuknya varian baru Covid-19 yakni varian Omicron datang dari Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.
Seorang petugas kebersihan di Wisma Atlet dikabarkan positif Omicron setelah melayani beberapa pasien.
Lantas seperti apa sih varian baru Omicron ini?
Dilansir dari Pikiran-Rakyat.com " Berkenalan dengan Omicron: Gejala, Efek Vaksin, dan Risiko Reinfeksinya",
Varian Omicron dengan nama ilmiah Covid-19 B.1.1.529 ini pertama kali ditemukan di Afrika Selatan.
Daya penularan Omicron masuk kategori cepat, tetapi hal ini masih dalam penelitian.
Varian Omicron memiliki gejala ringan hingga berat, karena sudah ada satu kasus kematian yang tercatat.
Bagaimana gejalanya?
Berdasarkan laporan dari Afrika Selatan, rata-rata pasien yang terpapar varian Omicron memiliki gejala ringan.
Akan tetapi, di Inggris terdapat satu laporan kematian terkait varian Omicron ini.
Oleh karena itu, jangan menganggap enteng varian Omicron, dan tetap waspada serta jangan lengah.
Apakah vaksin berperan penting?
Bagi masyarakat yang sudah divaksin, antibodi yang dimiliki disebut mampu melawan varian Omicron. Namun, studi tentang hal ini masih terbatas.
Perlu diingat, vaksin Covid-19 tidak membuat kita kebal 100 persen, tetapi menurunkan risiko pada saat terpapar.
Dengan vaksin, risiko untuk terjadi penyakit berat atau kematian dapat diturunkan.
Ada risiko reinfeksi?
Varian Omicron meningkatkan risiko reinfeksi pada orang yang sudah pernah terpapar Covid-19.
Akan tetapi, gejalanya pada beberapa kondisi ringan. Namun, hal ini tidak boleh membuat lengah.
Oleh karena itu, meski sudah pernah terpapar Covid-19, tetap ada kemungkinan risiko terpapar lagi.
***
( Sarah Nurul Fatia- pikiran-rakyat.com)