SuaraPantura.com - Sarung merupakan budaya nasional. Sehingga tidaklah heran bila produksi sarung milik Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Banyak merek sarung yang bukan hanya dikenal di Indonesia melainkan hingga mancanegara.
Karenanya, beberapa waktu lalu muncul ide mendorong Kementerian Pariwasata agar mengajukan sarung sebagai warisan dunia (heritage) kepada UNESCO, badan dunia yang menangani budaya.
Membicarakan merek sarung di Indonesia akan kita jumpai banyak jumlahnya.
Berikut merek sarung populer di Indonesia,
1. Sarung Atlas
Nama sarung Atlas sudah familiar ditelinga masyarakat Indonesia sejak lama. Sarung ini diproduksi oleh PT. BEHAESTEX perusahaan yang berdiri sejak 1953 dan mengklaim sebagai pionir dalam industri sarung. Atlas mulai diproduksi pertengahan 1980-an. Merek ini pernah mendapatkan penghargaan sebagai Top Brand dan Original Brands pada 2011.
Merek sarung Atlas juga nampak sering kita lihat di pampang di acara acara TV sebagai sponsor. Atlas juga cukup pouler dikalangan santri.
2. Wadimor
Wadimor termasuk salah satu merek sarung terpopuler di Indonesia. Beberapa waktu belakangan ini merek sarung wadimor sering menjadi sponsor di acara acara TV
Nama Wadimor pun sangat dikenal oleh masyarakat luas karena iklannya yang cukup sering tayang di TV. Sarung Wadimor diproduksi oleh PT. SUKORINTEX yang berlokasi di Batang, Jawa Tengah. Selain memproduksi kain sarung, benangnya pun diproduksi sendiri di bawah naungan bendera PT. SUBA SPINNING MILLS.
3. Mangga
Sarung cap Mangga atau Sarung Mangga juga tidak kalah populer. Bahkan sejak dulu sarung cap Mangga sering muncul di TV dengan bintang iklan Mandra.
Sarung ini diproduksi oleh PT. PAJITEX (Panggung Jaya Indah Textile) yang berlokasi di Pekalongan, Jawa Tengah. Dalam proses produksinya menggunakan mesin-mesin produksi canggih dari Jerman.
Sarung Mangga sudah ada di pasar Indonesia sejak berdirinya PT PAJITEX pada 1989.
4. BHS
Merek sarung BHS tidak kalah populer dengan merek merek lainnya. BHS telah ada di pasar sarung Indonesia sejak tahun 1953 bersamaan dengan berdirinya PT. BEHAESTEX. Sarung BHS masih satu grup dengan Sarung Wadimor.
BHS diproduksi menggunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin), menghasilkan sarung sutera yang mendapat tempat tersendiri di hati konsumennya. Sehingga tidak heran bila dibanding merek sarung lainnya, BHS termasuk kategori sarung premium karena harganya yang cukup mahal.
5. Gajah Duduk
Nama sarung Gajah Duduk mengingatkan kita pada sosok Gusdur, sebab beliau dulu sempat menjadi bintang iklannya. Sarung ini sangat populer pada masanya dan hingga kini pun masih eksis.
Gajah Duduk diproduksi oleh PT. PISMATEX, sarung ini sudah beredar di pasar Indonesia sejak 1972. Mereka kabarnya memilih gajah duduk sebagai logo karena lambang gajah sebagai binatang kuat dan besar. Gajah Duduk melambangkan pemimpin pasar sarung di Indonesia.
Karena kualitasnya ini pula Gajah Duduk beberapa kali meraih penghargaan Topbrand dan Superbrands. Pada 2015, PT. PISMATEX berhasil mempertahankan sertifikasi ISO 9001 : 2008 yang artinya merek ini memiliki kualitas mutu yang tidak diragukan.
Demikian ulasan singkat mengenai merek sarung populer di Indonesia, semoga bermanfaat.***