Butuh Healing Tapi Low Budget? Tenang, Kamu Bisa Pakai 5 Cara ini
Andri Susanto•
Gaya Hidup
SuaraPantura.com - Fenomena healing semakin ngetren dari mulai tahun 2020 hingga sekarang.
Istilah healing biasanya dikaitkan dengan self healing yang artinya sebuah proses untuk penyembuhan diri dari luka batin. Luka batin ini biasanya akan tak bisa diselesaikan berkat adanya sebagian orang yang pada umumnya berkaitan dengan kehadiran orang lain.
Jika diambil arti yang simple, healing sendiri berarti penyembuhan. Yang pada akhirnya dikerucutkan sebagai penyembuhan dari luka batin atau mental seseorang.
Aktivitas healing tersebut menjadi hal yang banyak dilakukan orang. Healing yang mereka lakukan memiliki banyak cara dan konsepnya masing-masing. Mungkin saja, hal ini kembali pada dirinya sendiri, bagaimana individu tersebut menanggapi healing-nya.
Seiring berjalannya waktu, trend healing identik dengan liburan, jalan-jalan, staycation, berbelanja, wisata kuliner, dan sebagainya. Namun jika kita telaah lebih dalam, healing bukan berarti melakukan kegiatan yang sedemikian itu.
Sejak dulu, kegiatan liburan maupun staycation sudah banyak dilakukan, tapi tidak berkedok healing. Sekarang, semua yang berbau liburan, jalan-jalan maupun hal yang sejenisnya diklaim sebagai kegiatan healing. Lalu, sebenarnya apa yang akan disembuhkan?
Proses penyembuhan luka batin maupun luka mental tidak mudah diobati hanya dengan melakukan kegiatan tersebut. Bisa saja, setelah melakukan liburan luka itu akan muncul dan teringat kembali. Artinya, proses ini juga tidak bisa menjamin 100% dari penyembuhan luka tersebut.
Nah jika kita amati, adanya fenomena healing tersebut menjadikan banyak orang yang menghabiskan waktu maupun uangnya untuk melakukan healing. Misal saja, yang banyak kita temui adalah pekerja pekerja kantoran.
Mereka mencari uang sebulan penuh, ketika menerima uang gaji lalu mereka pergi liburan ke luar kota, atau banyak menghabiskan uangnya untuk berbelanja dengan berkedok healing maupun self reward.
Hal tersebut tidak salah untuk dilakukan, namun jika sudah hilang batasan dan prioritas utamanya tersingkirkan, maka hal tersebut salah untuk dilakukan. Kita boleh-boleh saja menyisakan pendapatan kita untuk sekadar berbelanja, atau mengunjungi tempat wisata. Tetapi, jika kadarnya tinggi maka hal itu bisa memicu pemborosan. Jangan hanya kedok healing saja akhirnya memunculkan hal buruk lainnya.
Sebetulnya kita bisa melakukan healing dengan menghemat uang kita. Dan jika kita berfikir rasional, proses penyembuhan bukan hanya dengan cara seperti itu, ada banyak cara lagi yang bisa dilakukan agar kita bisa sembuh.
Yang perlu kita tahu healing banyak dijadikan sebagai trend saja, dan kita juga perlu ingat pentingnya kebutuhan, bukan keinginan.
Di bawah ini beberapa cara untuk healing tanpa menghabiskan banyak uang.
1. Me time dengan diri sendiri atau quality time bersama orang tersayang Kita juga perlu waktu untuk sendiri, hanya sekadar memanjakan badan maupun menghabiskan waktu untuk tidak banyak bersosial. Kita bisa melakukannya di rumah, memasak mie dan telor dengan taburan saus pedas sembari menonton film atau drama korea juga bisa menghemat uang.
Atau beberapa orang juga banyak melakukan dengan cara mandi air hangat di pagi hari, memanjakan badan dengan menggunakan lulur badan, mencuci rambut dan menggunakan masker, sampai melakukan refleksi lain untuk tubuhnya sendiri.
Selain itu kita juga bisa melakukan quality time dengan keluarga. Jika kita banyak melakukan kegiatan di luar rumah dan jarang bertemu keluarga, hal ini cocok untuk dilakukan. Menghabiskan waktu seharian bersama keluarga merupakan hal yang asik, kita bisa melakukan hal kecil yang berdampak positif.
Misalnya dengan nonton film bareng, memasak dengan bahan yang ada di rumah, dan bercanda ria. Dengan begitu kita juga bisa menghilangkan rasa bosan maupun luka mental yang kita rasakan.
2. Merebahkan badan sembari mendengarkan musik Kita sadari bahwa musik yang kita dengar kerap kali membawa energi positif untuk kita. Jika kita memang memiliki luka batin, lelap dengan alunan musik dan tetesan air mata juga bisa menjadi solusi.
Namun memang, hal ini tidak berlaku untuk banyak orang. Sebagian orang justru tidak menyukai musik saat dirinya sedang terluka.
3. Jalan-jalan mengelilingi kota Bagi sebagian orang, mengelilingi sudut kota adalah hal yang menenangkan. Mengendarai motor dengan kecepatan sedang sembari melihat kanan kiri, menikmati suasana juga bisa membuat luka kita membaik.
Juga banyak ditemukan, sebagian orang justru meluapkan emosionalnya di perjalanan. Ia menangis, bersedih, atau bahkan berbicara dengan dirinya sendiri. Hal ini bisa dilakukan, tapi kita harus ingat jangan sampai melukai diri sendiri.
4. Membaca buku Kita mesti tahu manfaat dari membaca buku. Ya, membaca buku yang tepat di kondisi luka juga bisa menjadi solusi yang baik. Kita bisa merasa lega dan sembuh ketika mendapat asupan dari bacaan buku tersebut.
Bagi sebagian orang, banyak yang memilih membeli buku dibandingkan menghabiskan uangnya untuk pergi kesana kemari. Atau kita juga bisa mendatangi perpustakaan untuk sekadar mencari buku apa yang sesuai dengan kebutuhan kita, meminjamnya lalu membacanya.
5. Melakukan hoby yang kita miliki Seiring berjalannya waktu dan banyak kegiatan yang kita lalui, kita akhirnya lupa atau bahkan sama sekali tidak merawat hoby yang kita miliki.
Misalnya sesorang yang hoby bermain basket, karena ia sibuk dengan pekerjaannya akhirnya ia tidak pernah bermain basket lagi. Hal ini bisa tetap dilakukan, bisa juga sebagai alternatif healing. Karena hoby yang kita punya, jika kita lakukan pun akan memberikan efek positif untuk kita.
5 cara di atas bisa dilakukan sebagai bentuk healing yang tidak memerlukan banyak uang, waktu, maupun energi. Selain itu juga dapat memberi efek positif untuk diri kita.
Jadi jangan khawatir buat kalian yang pengin healing tapi low buget ya gengs. Kalian bisa coba cara di atas.
Yang perlu diingat, jangan menyamakan pelarian dengan healing ya.***(AS)