SuaraPantura.com - Udara yang panas seringkali membuat banyak orang yang bergantung dengan kipas angin, termasuk, saat ia tidur.
Kebiasaan tidur dengan kipas angin menyala jika dilakukan secara terus menerus akan berdampak negatif dan tidak baik untuk kesehatan tubuh.
Penggunaan kipas angin saat tidur banyak menuai perspektif. Ada yang beranggapan bahwa tidur dengan kipas angin menyala dapat menimbulkan berbagai penyakit.
Misalnya masuk angin, sakit pernafasan, sampai ke pengendapan keringat. Nah sebenarnya hal tersebut merupakan fakta atau mitos?
Di bawah ini dijelaskan mengenai beberapa resiko tidur dengan kipas angin yang menyala.
1. Asma dan penyakit pernafasan lainnya
Tidur dengan kipas angin yang menyala tidak dianjurkan untuk pengidap asma maupun alergi.
Hal ini dikarenakan kotoran maupun debu yang menempel di kipas angin akan terbang dan masuk ke pernafasan. Selain itu, efek dingin juga bisa memunculkan sesak nafas, pilek, dan bersin.
2. Hipertermia
Hipetermia adalah kondisi di mana suhu tubuh sangat tinggi, yaitu di atas 40°C. Pada kondisi ini, mekanisme di dalam tubuh gagal untuk mendinginkan suhu badan.
Saat berada di lingkungan yang hangat atau sedikit panas, tubuh akan merespons dengan mengeluarkan keringat, sehingga suhu badan tetap normal.
Tetapi jika suhu udara sangat panas, mekanisme tubuh tersebut tidak lagi mampu mengimbanginya. Akibatnya, suhu tubuh akan naik dan terjadi hipertermia.
Jika tidak segera mendapat pertolongan, hipertermia dapat menyebabkan dehidrasi hingga kematian.
Ada yang bilang bahwa kipas angin dapat memicu hipertermia. Namun faktanya, tidur dengan kipas angin menyala tidak menyebabkan hipertermia. Menyalakan kipas angin justru menjadi cara yang paling mudah dan murah untuk mendinginkan tubuh ketika cuaca sangat panas.
3. Hipotermia
Hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh kurang dari 35°C. Hal ini terjadi karena tubuh kehilangan panas dengan cepat, namun lambat dalam memproduksi panas.
Jika tidak segera ditangani, hipotermia yang umumnya disebabkan oleh cuaca atau udara dingin ini dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ hingga kematian.
Di Indonesia yang beriklim tropis dan hangat, risiko seseorang untuk terkena hipotermia sangat kecil, walaupun kipas angin digunakan saat tidur malam. Sebab, kipas angin tidak bisa mendinginkan suhu udara di ruangan secara drastis.
Terkait resiko menggunakan kipas angin saat tidur sebenarnya belum 100 persen dapat dibenarkan.
Namun kita juga perlu berhatu-hati dan menjaga diri demi kesehatan kita. Penggunaan kipas angin tentu harus diperhatikan dari segi kebutuhan, dan kebersihan.
Jika sudah merasakan tanda atau gejala akibat penggunaan kipas angin saat tidur, maka selayaknya harus diberhentikan dan segera mencari solusi untuk mengatasinya.***(AS)