SuaraPantura.com - Kelangkaan minyak goreng membuat banyak antrian di banyak titik pedagang maupun diatribusi.
Meskipun minyak sawit dianggap kurang sehat, namun masyarakat sepertinya sudah bergantung kehidupan sehari-harinya dengan kehadiran minyak sawit ini.
Berbagai studi juga menyebutkan bahwa minyak kelapa sawit diduga menjadi penyebab naiknya kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.
Hal tersebut dapat terjadi karena minyak kelapa sawit memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi.
Ketika jumlah kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh terlalu banyak, dapat terjadi penumpukan lemak di pembuluh darah yang bisa menghambat aliran darah ke organ-organ tubuh, misalnya otak atau jantung. Kondisi ini akan meningkatkan risiko terjadinya stroke atau penyakit jantung.
Oleh karena itu, Masyarakat dianjurkan untuk membatasi konsumsi makanan yang banyak mengandung lemak jenuh, termasuk minyak sawit.
Selain itu, Anda tidak dianjurkan untuk memanaskan minyak kelapa sawit berulang kali.
Proses ini akan merusak kandungan antioksidan dan meningkatkan kadar lemak jenuh di dalamnya. Dengan begitu, risiko Anda untuk terkena penyakit jantung dapat meningkat.
Meski demikian, penggunaan minyak kelapa sawit untuk keperluan memasak aman digunakan selama kadarnya sesuai dan tidak berlebihan.
Gimana, mau beralih atau membatasi konsumsi minyak sawit ini?
***