SuaraPantura.com - Kamu pasti tahu sosok yang satu ini, beliau adalah politisi senior yang sudah berkiprah di pemerintahan sejak era Presiden Soeharto.
Nama lengkapnya Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc. dilahirkan di Bangka Belitung, 5 Februari 1956. Ia adalah seorang advokat, akademisi di bidang hukum tata negara, politikus, dan salah seorang tokoh pemikir dan intelektual Indonesia.
Pengalamannya menjadi pejabat publik antara lain, ia pernah bekerja di Sekretariat Negara sebagai penulis pidato Presiden Soeharto dan B.J. Habibie, kemudian menjadi anggota DPR/MPR RI, dan selanjutnya menjabat sebagai Menteri Hukum dan Perundang-Undangan, Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dan Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan di tingkat internasional, seperti ASEAN, AALCO dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI).
Pendidikan
Yusril merupakan sosok yang dikenal publik sebagai cendikiawan muslim yang kritis dan vokal. Terutama yang menyangkut permasalahan hukum dan ketatanegaraan.
Setelah tamat SMA Perguruan Islam di Belitung, ia berhijrah ke Jakarta dan melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia. Di kampus kuning itu, ia mengambil dua jurusan sekaligus, yakni Jurusan Hukum Tata Negara dan Jurusan Filsafat.
Ia mendalami filsafat hingga jenjang S3 di Program Pascasarjana Filsafat FIB UI.
Ia tercatat pernah mengikuti program pascasarjana bidang filsafat pada Graduate School of Humanities and Social Sciences, University of the Punjab di Lahore, Pakistan dan memperoleh gelar Doctor of Philosophy dalam Ilmu Politik dari Universiti Sains Malaysia di Penang, Malaysia (1993).
Pada tahun 1998 ia dikukuhkan menjadi Guru Besar (Profesor) Hukum Tata Negara Universitas Indonesia.
Kehidupan Keluarga
Yusril adalah putra ke 6 dari 11 bersaudara dari pasangan Idris bin Haji Zainal Abidin dan Nursiha Binti Jama Sandon. Keluarga dari pihak ayahnya berasal dari Johor. Kakek buyutnya, Tengku Haji Mohammad Thaib, merupakan seorang bangsawan Kesultanan Johor di masa lampau.
Keluarganya memiliki latar belakang keagamaan yang kuat, hal inilah yang turut membentuk karakternya.
Kakeknya dari pihak ayah, Haji Zainal Abidin bin Haji Ahmad dikenal sebagai seorang ulama yang disegani di Pulau Belitung. Sementara ayahnya, Idris bin Haji Zainal juga dikenal sebagai ulama berhaluan moderat, aktivis Partai Masyumi, seniman dan sutradara teater tradisional.
Yusril tercatat menikah dua kali, pada tahun 2006 ia menikahi seorang wanita berdarah Jepang-Filipina bernama Rika Tolentino Kato, atau lebih dikenal dengan nama Rika Kato.
Sebelumnya, ia telah menikah dengan Kessy Sukaesih dan pernikahan tersebut kandas pada tahun 2005.
Karya Ilmiah
Yusril juga aktif dalam menulis, beberapa karya buku yang telah ditulisnya antara lain :
Dinamika Tata Negara Indonesia: Kompilasi Aktual Masalah Konstitusi, Dewan Perwakilan, dan Sistem Kepartaian (1996), Pemerintahan yang Amanah (1998), Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam: Perbandingan Partai Masyumi (Indonesia) dan Partai Jamaat-i-Islami (Pakistan) (1999), Membangun Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan (2000), Catatan Kritis dan Percikan Pemikiran Yusril Ihza Mahendra (2001), dan masih banyak lagi.
***