Oleh : Novia Fuji
SuaraPantura.com - Berbicara mengenai pola asuh adalah hal sensitif dan menarik bagi orangtua yang memiliki anak. Hal ini masuk pada cakupan parenting anak usia dini.
Ayah, Ibu dan anak adalah bentuk lingkungan sosial pertama yang dikenal oleh anak, dengan kata lain keluarga merupakan lingkungan sosial pertama yang ditemui anak sejak mereka dilahirkan ke dunia. Inilah pentingnya parenting anak usia dini.
Cakupan parenting anak usia dini ini meliputi hubungan antara anak dengan kedua orangtuanya merupakan hubungan timbal balik dimana terdapat interaksi di dalamnya. Interaksi tersebut lah yang akan menjadi sarana anak bertumbuh dan berkembang.
Setiap orangtua tentunya ingin yang terbaik bagi anak-anak mereka. Inilah pentingnya parenting anak usia dini. Keinginan ini kemudian akan membentuk pola asuh yang akan ditanamkan orangtua kepada anak-anak.
Pola asuh pada prinsipnya merupakan parental control yaitu bagaimana orangtua mengontrol, membimbing, dan mendampingi anak-anaknya untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangannya menuju pada proses pendewasaan (Diana Baumrind 1967).
Pola asuh orangtua menjadi hal yang sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian dan karakter anak. Ketika pola asuh yang diberikan orang tua kepada anaknya tepat, maka karakter yang terbentuk akan baik dan positif.
Begitu pun sebaliknya. Maka dari itu, orang tua harus lebih bijak dalam bersikap, dan bertutur kata di depan anak karena perlahan apa yang dilakukan orangtua akan membentuk kepribadian anak di masa mendatang.
Berikut pengaruh lingkungan terhadap tumbuh kembang anak:
Jika anak tumbuh dilingkungan yang sering mengkritik, ia akan belajar untuk menyalahkan.
Jika anak tumbuh dilingkungan yang penuh dengan kekerasan, ia belajar untuk berkelahi.
Jika anak tumbuh dilingkungan yang sering menakut-nakuti, ia belajar untuk mudah khawatir.
Jika anak tumbuh dilingkungan yang penuh kesedihan, ia belajar untuk mengasihani diri.
Jika anak tumbuh dilingkungan yang sering mempermalukan, ia belajar menjadi pemalu.
Jika anak tumbuh dilingkungan yang penuh kecemburuan, ia akan belajar untuk mendendam.
Jika anak tumbuh dilingkungan yang sering menyalahkan, ia akan dihantui rasa bersalah.
Jika anak tumbuh dilingkungan yang memberi semangat, ia belajar untuk percaya diri.
Jika anak tumbuh dilingkungan yang penuh toleransi, ia akan belajar untuk bersabar.
Jika anak tumbuh dilingkungan yang memberi pujian, ia akan belajar untuk menghargai.
Jika anak tumbuh dilingkungan yang menerimanya apa adanya, ia akan belajar untuk mencintai.
Jika anak tumbuh dilingkungan yang memberi dukungan, ia akan belajar untuk menyenangi dirinya.
Jika anak tumbuh dilingkungan yang memberikan penghargaan, ia akan belajar Untuk memiliki tujuan dan cita-cita.
Jika anak tumbuh dilingkungan yang suka berbagi, ia akan belajar untuk bermurah hati dan suka memberi.
Jika anak tumbuh dilingkungan yang menjunjung tinggi kejujuran, ia akan belajar untuk mencintai kebenaran.
Jika anak tumbuh dilingkungan yang menghargai keadilan, ia belajar untuk bersikap adil.
Jika anak tumbuh dilingkungan yang baik hati dan penuh tenggang rasa, ia belajar untuk menghormati.
Jika anak tumbuh dilingkungan yang penuh rasa aman, ia belajar untuk memiliki keyakinan dan berbaik sangka.
Jika anak tumbuh dilingkungan yang bersahabat, ia akan belajar untuk merasa bahwa dunia ini indah dan hidup ini begitu berharga.
Bagaimana dengan anak-anak Anda?***
Sumber: smartparents.official