Kisah Sukses Dimas Jago Tegal, Dulu Merantau ke Tegal Hanya Modal Baju 3 Potong..
Desky Danuaji•
Gaya Hidup
SuaraPantura.com - Profil orang sukses selalu dapat menginspirasi, apalagi kisah tentang mereka yang sukses membangun bisnis bisnis dari Nol.
Kali ini Suarapantura akan sedikit mengulik kisah sukses dari Dimas Setiawan atau lebih dikenal dengan Dimas Jago, pemilik salah satu brand penjualan ponsel besar di Kota Tegal yang kini juga merambah ke berbagai jenis bisnis seperti property dan Real Estate.
Pada satu kesempatan, Dimas Jago berkisah tentang perjalanan hidupnya.
Terungkap, ternyata dulu ia hanya seorang perantau yang bermodalkan tiga potong baju ke Kota Tegal untuk menjadi supir di salah satu distributor buku.
Tujuan Dimas merantau pun sederhana, Ia hanya ingin keluar dari lingkungan lamanya di Solo.
Dimas pun merantau ke Kota Tegal dan menjalani profesi sebagai seorang supir.
Ia memulai kehidupannya di Kota Tegal dengan gaji UMR dan hidup serba pas pasan sebagai perantau di Kota orang.
Ia juga sempat berpindah pekerjaan ke salah satu distributor rokok, namun juga masih sama sebagai seorang supir.
Hingga ada suatu peristiwa yang menurutnya menjadi titik balik kehidupannya.
Pada waktu itu di perusahaan tempatnya bekerja mengadakan pengurangan karyawan atau PHK.
Dimas menyadari, meskipun dia sudah bekerja maksimal dan selalu mencapai target pekerjaan, namun proses efisiensi dari perusahaan ini tak lepas dari hubungan kekerabatan para petinggi perusahaan.
Dimas yang masuk melalui jalur formil tanpa orang dalam, sudah pasti menjadi bagian yang terkena dampak Efisiensi.
Benar saja, Dimas yang pada waktu itu di PHK dari perusahaan tempatnya bekerja.
Karena statusnya kontrak, maka Ia pun tak dapat pesangon.
Dimas kemudian berpikir keras untuk bisa tetap bertahan hidup di Kota yang kini Ia tempati. Ia pun tak mau pulang dan kembali ke lingkungan lamanya.
Baginya jika Dia pulang, maka dia sudah kalah. Dimas pun tetap bertahan di Kota Tegal.
Dalam hal ini kita bisa lihat, Dimas memiliki ketegasan prinsip, jika sudah melaju pantang baginya untuk mundur kembali. Apa pun konsekuensinya harus dihadapi.
Ia pun lantas tak larut dalam kesedihan. Harta terakhir yang dimiliki adalah sebuah motor yang Ia beli secara bekas.
Dimas lantas menggadaikan BPKB motornya tersebut untuk memulai usaha konter HP di Salah satu Mall di Kota Tegal.
Pada fase itu Dimas menceritakan, dengan modalnya yang sangat minimalis ia hanya mampu menyewa konter kecil dan hanya memiliki satu HP di etalase konternya.
Satu HP di etalase konternya tersebut ia gunakan juga untuk transaksi pulsa. Jika hp di etalasenya tersebut laku, maka Dimas harus meminjam HP tetangga kios untuk bertransaksi pulsa.
Dimas menceritakan pula jika waktu itu transaksi pulsa dengan nilai tinggi jarang dilayani karena labanya sedikit sebab hanya sekali transaksi saldo depositnya cepat habis. Namun ditempatnya Ia perlakukan berbeda.
Meskipun saldo pulsanya terbatas namun tetap ia layani pembelian pulsa dengan nominal besar sekali transaksi. Meskipun konsekuensinya Ia harus bolak balik deposit Saldo.
Inilah yang menjadi pembeda pelayanan Konter Jago dibandingkan di tempat lain.
Selain itu, dalam melakukan pelayanan Dimas selalu mengutamakan pelanggan. Jika barang di tempatnya tak ada, Dimas rela bersusah payah mencarikannya dan transparan dalam memberikan informasi harga krpada konsumen.
Baginya pelananan adalah nomor satu, dan rejeki sedikit apapun pantang ditolak. Prinsip inilah yang kemudian mengantarkannya sukses membangun bisnis dan konsumen yang loyal.
Karena menjadikan pelayanan nomor satu inilah, Semakin lama konsumennya semakin bertambah. Ia juga mulai mempelajari cara Service HP.
Ia memanfaatkan waktu malam hati setelah konter tutup untuk membantu temannya service HP. Ia rela tak dibayar demi mempelajari ilmu tersebut.
Konternya pun kemudian menambah pelayanan service HP, Ia mulai mempekerjakan karyawan di konternya untuk membantu pekerjaannya.
Saat konter tutup, ia masih lembur hingga malam untuk Service HP pelanggan. Dimas pun hanya tidur 2 sampe 3 jam sehari. Kebiasaan tersebut ia geluti sampe kurang lebih hingga 10 tahun.
Proses tidak akan menghianati hasil, demikian pula kerja keras Dimas jago yang tak kenal lelah kemudian mengantarkannya menjadi pengusaha Sukses di kemudian hari.
Kini Ia menjadi salah satu dari deretan pengusaha sukses yang ada di Kota Tegal.
Dari modal kecil dan semangat tak kenal lelah kini asetnya sudah bernilai puluhan Milyar dan tersebar di berbagai bidang usaha.
Yang menjadi pembeda Dimas Jago hari ini dibandingkan pengusaha yang lain adalah Dimas masih suka berbagi dan berkontribusi untuk masyarakat Kota Tegal.
Dia masih mau membina pengusaha pengusaha kecil melalui organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Tegal.
Baginya Kota Tegal adalah Kota dimana Ia menapaki sejarah karir bisnisnya hingga seperti sekarang ini.
Maka sudah sepatutnya juga Ia memberikan kontribusi yang berarti untuk warga Kota Tegal dan sekitarnya.
Gimana? Terinspirasi dengan kisah sukses Dimas jago ini? Nantikan di podcast lengkapnya di Chanel Youtube Suara Pantura. ***