SuaraPantura.com - Masih saja hangat diperbincangkan oleh para nitizen tentang Dea Onlyfans.
Dea ditangkap polisi karena diduga terlibat pada aktifitas pornografi di platform Onlyfans.
Dea OnlyFans merupakan seorang selebgram yang sering mengunggah foto-foto seksinya di platform bernama Onlyfans.
Namun, foto tersebut hanya boleh di akses ketika sudah di subcribers.
Melalui unggahan foto-foto seksinya Dea bisa mendapatkan uang, dan dia memasang tarif sebanyak 7 dolar Amerika Serikat bagi yang ingin jadi subsribersnya.
Dilansir melalui kanal YouTube Malam-Malam Net sebelum dia ditangkap mengatakan “Setahu aku minimal di Onlyfans 5 dolar, tapi aku tujuh dolar, itu untuk subscribe aja,”.
Selain itu dengan melakukan subscribe pengikutnya juga dapat melakukan chat hingga live streaming.
“Chat bisa, tapi aku ngga pernah live streaming, hanya foto aja,” kata Dea.
Apa itu Onlyfans?
OnlyFans adalah aplikasi dewasa berlangganan asal Inggris.
Aplikasi ini merupakan platform sosial dan komunikasi yang memungkinkan penggunanya mengunggah foto atau video yang nantinya akan mendapatkan bayaran dari kontens tersebut.
Platform ini awalnya ditujukan untuk kreator yang ingin karyanya dinikmati secara eksklusif dan berbayar.
Namun akhir-akhir ini banyak konten seksual yang juga ikut diposting.
Platform OnlyFans lebih populer dikaitkan dengan konten dewasa, tetapi platform ini menampung berbagai konten, seperti musisi, kebugaran fisik, dan kegiatan lainnya.
Biasanya harga langganan sekitar $5 hingga $50 atau sekitar Rp71 ribu hingga Rp710 ribu.
Melansir dari Businees Insider pada Jumat 25 Maret 2022, klien atau pelanggan bisa memberikan tip. Subscriber yang baru join kurang dari 4 bulan bisa memberikan uang tip hingga Rp1,4 juta. Sedangkan mereka yang sudah lama bisa berdonasi hingga Rp2,8 juta.
Aplikasi ini menarik perhatian setelah para pekerja seks mulai menggunakan situs ini selama lockdown Covid-19 tahun 2020.
Berikut informasi lain tentang Onlyfans :
Bahasa : Inggris
Didirikan : September 2016
Markas : London, Inggris
Negara asal :Britania Raya
Pemilik : Fenix International Limited
Pendiri : Tim Stokely
CEO :Tim Stokely
***