SuaraPantura.com – Nama Fakarich mencuat ke permukaan setelah Indra Kenz digelandang oleh pihak kepolisian ke balik jeruji besi.
Fakar Suharti Pratama ditengarahi menjadi guru trading sekaligus yang merekrut Indra Kesuma masuk kedalam skema penipuan di dunia binary option.
Namun yang tak kalah mengejutkan, guru Indra Kenz tersebut mengklaim kalau dirinya telah berhasil mengajarkan lebih dari 10.000 member di seluruh Indonesia.
Kini Fakar telah ditetapkan sebagai tersangka, setelah ditemukan dua alat bukti dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik.
Dilansir dari fakartrading.com Rabu, 6 April 2022 termuat sejumlah informasi mengenai aktifitas Fakarich didunia trading.
Berbagai sarana keilmuan seputar trading seperti buku, robot, video kelas dan seminar dibagikannya melalui situs web tersebut.
‘Trader yang sukses ialah yang berhasil meraih profit konsisten dan tidak terjebak dalam permainannya’ begitulah petikan kata kata motivasi dari laman tersebut.
Tak kalah mengejutkan pula, laman tersebut menjanjikan profit yang konsisten 1 – 3 % perhari, tak peduli trader pemula, profesional atau bahkan belum pernah trading sekalipun.
Soal klaim 10.000 member yang berhasil diajari oleh Fakarich juga dijadikan testimoni di situs tersebut.
“kegemaran yang saya miliki mampu menciptakan rumus formula dalam dunia trading. Membuat saya terjun lebih jauh dalam dunia trading dan saat ini saya sudah berhasil mengajarkan lebih dari 10.000 member di seluruh Indonesia baik online maupun offline.” ungkapnya.
Selain itu founder dari Fakartrading.com juga sesumbar kalau dirinya sudah mencetak para jutawan baru di Indonesia diusianya yang masih 28 tahun.
Kesuksesan anak didiknya di dunia trading, Fakar klaim sebagai usahanya tatkala menciptakan teknik trading, yang juga membuatnya mendulang 8 miliar hanya dalam kurun waktu 3 tahun.
Kisah mujur Fakarich mengantongi uang dari trading, kini menjadi sebuah petaka dalam hidupnya. Ia harus menerima kenyataan kalau dirinya saat ini telah menjadi tersangka kasus penipuan investasi berkedok trading.
Hasil perbuatan tidak halal yang telah dinikmatinya tersebut, membuat Fakar terancam menemani Indra Kenz di penjara.
Meski sempat berkilah dengan upaya tak mau memenuhi pemanggilan pihak kepolisian sebanyak dua kali, membuat penyidik terpaksa menerbitkan surat penjemputan paksa.
Seakan tak mau diciduk, Fakarich akhirnya berinisiatif datang sendiri untuk memenuhi permintaan dari penyidik Bareskrim Polri. ***