SuaraPantura.com - Janji bisa diartikan sebagai hutang. Hutang sudah semestinya ditunaikan. Sesepele apapun sebuah janji tetap harus ditepati. Apalagi kepada anak.
Apakah Anda termasuk orangtua yang kerap mengiming-imingi anak sesuatu tapi tidak ditepati? Seperti --"nanti mama belikan es cream ya kalo adek gak rewel", atau "nanti kita jalan-jalan ke mall kalo kaka makannya habis". -- Itu salah satu bentuk iming-iming yang biasa dilakukan orangtua kepada anaknya.
Bagi orangtua janji sederhana semacam itu mungkin akan dianggap angin lalu yang mudah terlupakan. Namun, kalimat janji akan membekas pada anak-anak. Karena Anak belum bisa membuat alasan sehingga Anak cenderung mengikuti perasaan dan emosi untuk hal-hal yang telah Anda janjikan terhadapnya. Khayalan atas janji Anda telah menancap dalam pikiran mereka.
Dalam visualisasi khayalan, Anak menaruh kepercayaan penuh terhadap janji orangtua. Dan tentunya Anak menaruh harapan agar janji itu bisa terwujud. Jadi sebelum berjanji sebaiknya Anda mempertimbangkan apakah janji tersebut dapat Anda penuhi atau tidak. Jika tidak, sebaiknya jangan berikan janji kepada anak Anda karena hal ini hanya akan membuatnya merasa terabaikan. Anak akan kecewa, sakit hati dan apabila Anda sering tidak menepatinya bisa saja suatu saat Anak akan menganggap Anda sebagai pembohong.
Jangan lakukan janji palsu kepada anak Anda, Stop mulai sekarang. Karena melakukan janji palsu berdampak sangat buruk bagi tumbuh kembang anak Anda.
Hal itu bisa mempengaruhi kebiasaanya serta karakternya hingga dewasa kelak. Selain menyakiti hati dan membuat kecewa, Anak juga akan belajar bahwa tidak menepati janji itu bukanlah suatu masalah, Anak akan terbiasa menganggap remeh janji, sehingga ke depannya ia akan dengan mudah mengingkari janji.
Berikut akibatnya apabila ayah atau ibu tidak menepati janji kepada anak:
1. Membuat anak kecewa
2. Anak jadi tidak menghormati orangtuanya dan kehilangan respect
3. Anak akan kehilangan kepercayaan
4. Membuat anak merasa tidak dihargai
5. Anak akan mengikuti kebiasaan berbohong sampai dewasa.
Penting bagi orangtua untuk mengajarkan pada anak apa itu janji. Cara terbaik untuk memulai adalah dengan mengajarkan mereka tentang pentingnya janji sederhana. Anak perlu didorong untuk membuat janji dan menepatinya agar ketika dewasa mereka menghargai dan selalu menepati janji.
Janji sederhana untuk melatih anak contohnya adalah pulang tepat waktu. Minta anak-anak berjanji akan pulang pada jam berapa pun setiap hari setelah bermain. Jangan lupa pakaikan arloji pada anak.
Langkah-langkah untuk mengajarkan janji pada anak adalah:
1. Menjelaskan apa itu janji.
2. Membantu Anak memahami dan menepati janji, karena bisa membangun karakter yang kuat dan baik untuk anak.
3. Tekankan pada anak, agar tidak membuat janji kecuali mereka siap untuk menaatinya.
4. Beritahu anak bahwa melanggar janji merupakan hal serius. Anak harus minta maaf jika tidak bisa menepati janji.
5. Dengan menepati janji masa kecil yang sederhana membantu membangun pola komitmen seumur hidup.
***