SuaraPantura.com – Nama lengkapnya adalah Dr. Ade Armando, M.Sc. Ia lahir pada tanggal 24 September 1961. Sosoknya dikenal publik sebagai pegiat media sosial dan juga tercatat sebagai seorang akademisi. Ia mengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI).
Ia lahir dari keluarga berdarah Minangkabau pasangan Mayor Jus Gani dan Juniar Gani. Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Ayahnya adalah seorang diplomat pada masa rezim presiden Soekarno.
Pendidikannya dimulai ketika ia sekolah di SD Banjarsari I Bandung (tamat 1973), SMP Negeri 2 Bogor (tamat 1976), dan SMA Negeri 2 Bogor (tamat 1980). Ia sering terlihat mengenakan kacamata, ternyata ketika remaja ia menderita kerusakan mata rabun jauh dan saat SMP kerusakannya mencapai minus enam.
Sebelum namanya dikenal publik seperti sekarang, ia pernah menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia (2004–2007), Ketua Program S-1 Ilmu Komunikasi FISIP UI (2001–2003), dan Direktur Pengembangan Program Pelatihan Jurnalistik Televisi Internews (2001–2002).
Ade Armando dikenal ikut aktif dalam kelompok diskusi Jaringan Islam Liberal (JIL) yang bermarkas di Jl. Utan Kayu Jaktim, sebuah kelompok yang beranggotakan pemikir-pemikir yang berhaluan liberal. Menurut cendekiawan muslim Dr. Adian Husaini, ia mencatat bahwa Ade Armando adalah salah satu kontributor JIL.
JIL adalah organisasi yang dikenal sering membuat kontroversi, kegiatan diskusinya membahas seputar Islam, kenegaraan, dan kemasyarakatan. JIL mengklaim diskusi itu diikuti oleh 200 orang anggota.
Ia juga dikenal karena sering membuat kontroversi, bahkan beberapa kali pernyataannya menimbulkan reaksi dari masyarakat. Salah satu kontroversinya adalah pernyataannya yang mengatakan tentang tidak adanya perintah salat lima waktu dalam Alquran.
Pernyataannya ini sontak menimbulkan kegaduhan dan reaksi, termasuk dari Kemenag RI yang mengatakan bahwa pernyataan Ade Armando tidak berdasar. Dirjen Bimas Islam Kemenag, dalam hal ini disampaikan oleh Kamaruddin Amin, dalam sanggahannya menyatakan banyak sekali ayat dan hadis yang berbicara tentang salat, baik sebagai kewajiban maupun sebuah keutamaan. Sehingga jelas pernyataan Ade Armando adalah kengawuran semata.
Sedangkan Ketua MUI, Abdullah Jaidi menegaskan bahwa Alquran dan hadis Nabi Muhammad SAW sudah memberikan penjelasan dengan jelas mengenai salat lima rakaat, salah satunya termaktub dalam Surat Al-baqarah ayat 43 yang pada intinya menyerukan umat Islam menegakkan salat dan menunaikan zakat.
Selain itu, ia pernah mengunggah dalam sosmednya gambar Habib Riziq Syihab beserta para ulama mengenakan topi santa claus. Perbuatannya ini pun menuai kecaman banyak pihak, dan masih banyak lagi.
***