Melihat Pocong dari Dekat, Pesona Bangkalan yang Tak Ada di Daerah Lain
Desky Danuaji•
Gaya Hidup
SuaraPantura.com - Mendengar nama Pocong, pikiran para pembaca pasti langsung travelling kemana-mana.
Tentu saja, sebab di Indonesia pocong adalah sebutan busana kain kafan yang dikenakan pada orang meninggal menjelang dimakamkan.
Namun pocong kali ini bukan yang itu, namun nama sebuah desa yang ada di pulau Madura tepatnya bernama Desa Pocong Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura.
Ada mitos yang berkembang bahwa desa ini dinamakan pocong karena dulu ketika desa ini masih berupa hutan belantara dan belum banyak penghuni, ada hantu pocong yang muncul setiap hari.
Kejadian ini berlangsung selama 40 hari berturut-turut, sehingga desa ini kemudian diberi nama Desa Pocong. Namun kisah ini diragukan kebenarannya.
Yang paling mendekati adalah kisah yang disampaikan oleh Dwi Ratno Varianto, guru SDN Pocong, dulu ada sebuah pohon pucang yang dari bawahnya keluar air.
Tempat wisata yang dinamakan Sumber Pocong menjadi salah satu tempat wisata menarik di Desa Pocong Kabupaten Bangkalan Madura ini yang dapat merefresh kejenuhan dengan kesegarannya.
Mata air di Desa Pocong Kabupaten Bangkalan satu ini cocok untuk kalian kunjungi saat akhir pekan tiba, menikmati suguhan alam mempesona.
Rasa penat akan kesibukan sehari-hari dengan aktivitas pekerjaan yang padat bisa anda resfresh ditempat ini.
Kesegaran airnya yang masih sangat jernih di Sumber Pocong Bangkalan ini cocok untuk liburan bersama teman maupun keluarga saat hari libur.
Lebih dari separuh luas Desa Pocong yang mencapai sekitar 20,000 Hektare memang masih berupa lahan pertanian dan tegalan.
Hanya ada sekitar 40% dari luas keseluruhan desa yang dijadikan wilayah pemukiman. Itu pun masih terpusat di Dusun Karang Asem.
Dusun Karang Guddul dan Karang Anyar masih didominasi lahan pertanian. Sebab, jumlah penduduknya pun cukup sedikit, sekitar 190 KK atau 1300 jiwa.
Air Jernih di Sumber Desa Pocong — Instagram
Dari seluruh jumlah tersebut, sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai petani dan buruh tani. Sehingga, sektor pertanian menjadi tumpuan utama perekonomian warga.
Daerah persawahan Desa Pocong ini berada di lingkar luar desa. Mengelilingi daerah perkampungan. Kondisi itu menyebabkan daerah persawahan terbagi menjadi dua.
Selain sektor pertanian, Desa Pocong juga memiliki potensi lain seperti ukir kayu. Ada dua jenis ukir kayu yang berkembang, yakni ukir inlay atau teknik ukir dengan cara memasukkan atau menempelkan kayu-kayu kecil ke kayu yang lebih besar untuk membuat pola. Juga ada ukir kayu biasa dengan metode mengukir kayu menggunakan alat ukir. ***