SuaraPantura.com - Setiap wilayah memiliki tradisi tersendiri terutama saat lebaran tiba, tak terkecuali tradisi di daerah Tegal dan sekitarnya.
Tegal memiliki tradisi unik saat lebaran yang disebut Nyadran.
Nyadran adalah kegiatan silaturahmi mendatangi sanak saudara yang lebih tua dengan membawa serta hampers lebaran atau sering disebut "gula teh" sebagai buah tangan.
Bagi mereka yang pergi nyadran membawa anak kecil, maka si empunya rumah akan memberikan angpau lebaran atau disana disebut "pecingan".
Tradisi ini menjadi momen paling ditunggu bagi para anak-anak. Di mana yang sepuh memberikan amplop berisi uang, biasanya orang-orang yang sudah berpenghasilan melanggengkan tradisi ini.
Khususnya di daerah Tegal-Brebes tradisi pecingan merupakan tradisi yang biasa dilaksanakan pada saat lebaran tiba maupun hari besar yang lain.
Terjadi ketika yang seseorang yang lebih dewasa memberikan uang kepada seseorang yang lebih muda. Bahkan tradisi ini bukan hanya diperuntukkan untuk anak muda saja, karena bisa saja yang muda mecingi (memberikan uang) kepada yang lebih dewasa.
Tradisi ini dilihat dari sisi kemapaman seseorang, sudah bekerja atau belum, bukan berdasarkan status perkawinan. Karena yang belum menikah pun bila sudah mapan bisa juga mecingi (memberikan uang).
Nominalnya pun disesuaikan dengan usia seseorang. Tingkat kesuksesan bagi yang memberi.
Di sini, semakin bertambah tahun bertambah usia maka nominal yang diberikan biasanya semakin besar.
Belum diketahui sejak kapan tradisi ini mulai dilaksanakan. Cakupannya pun hanya sebatas di wilayah Tegal dan Brebes saja.
Yang jelas, tradisi ini melanggengkan kekerabatan dan memberikan kenangan tersendiri bagi anak-anak.
***