SuaraPantura.com – Sebagian orang mungkin mengalami kesulitan untuk mengendalikan diri dalam menciptakan keadaan hidup yang lebih baik.
Ketenangan, dan ketentraman dalam hidup sulit untuk didapatkan dan berujung pada sikap berpikir berlebihan yang akan berdampak pada kesehatan mental.
Dengan mengetahui ajaran Filosofi Stoicisme, dan bahkan mempraktikkannya seseorang akan menemukan kondisi hidup yang lebih baik dengan memfokuskan diri pada pengembangan dan perubahan dalam dirinya.
Berikut 4 ajaran Filosofi Stoicisme yang dapat digunakan untuk panduan hidup lebih baik dan bahagia.
1. Kurangi mengeluh, bahkan ke diri sendiri - Marcus Aurelius, Raja Kerajaan Romawi (161-180), Filsuf Stoicisme
Menurutnya, ketika seseorang sedang mengeluh, ia tengah mengarahkan energinya ke luar dan akhirnya mengkhawatirkan hal-hal eksternal yang ada di luar kendalinya.
Padahal Filosofi Stoicisme adalah filosofi yang mengajarkan tentang pentingnya internal, pengembangan diri, dan hal-hal yang bisa dikendalikan.
Hindari mengeluh meskipun mengeluh bisa menjadi positif, karena dapat mengeluarkan apa yang ada dipikiran. Kurangi mengeluh dengan lebih banyak melakukan action dan pengembangan diri, melalui usaha dan ikhtiar agar menjadi lebih baik.
2. Hindari memberitahu kepada semua orang tentang pengembangan diri kamu - Epictetus, Seorang budak yang menjadi Filsuf Stoicisme dari Yunani
Menurutnya, banyak sekali orang yang menyuarakan soal pengembangan diri mereka, karena mereka mempunyai ekspektasi untuk mendapat pujian dan hasil positif, serta mencari perhatian dari orang-orang di sekitar.
Filosofi Stoicisme ini mengutamakan pengembangan diri karena diri alasan dirinya sendiri. Artinya bukan mencari perhatian, mengincar pujian, yang dasarnya pujian dari orang lain tidak bisa di kontrol. Sedangkan keinginan mengembangkan diri bisa dikontrol oleh dirinya sendiri.
3. Lakukan seluruh hal secukupnya - Musonius Rufus, Filsuf Stoicisme dari Romawi. Menurutnya, seseorang yang mempraktikkan Filosofi Stoic adalah mereka yang makan secara pelan-pelan dan memperhatikan apa yang terjadi dengan kesadaran penuh dan utuh.
Dalam konteks lain, mereka yg mempraktikkan filosofi ini adalah mereka yang benar-benar hidup di masa sekarang. Yaitu memperhatikan apa yang mereka pikirkan dan lakukan, serta sadar memiliki batasan untuk apa yang cukup untuknya dan apa yang berlebihan.
4. Perbanyaklah mendengar dari pada berbicara - Zeno Of Citium Dari Cyprus, Pendiri Aliran Filosofi Stoicisme
Menurutnya, manusia mempunyai dua telinga dan satu mulut, artinya manusia idealnya lebih banyak mendengarkan apa yang orang lain katakan dibandingkan berbicara.
Sebagai manusia, entah ketika ingin disukai orang lain atau ingin memenangkan argumen, lebih baik untuk banyak mendengarkan terlebih dahulu.
Karena dengan mendengarkan, ia bisa mendapat lebih banyak informasi penting dan akan jauh lebih baik ketika berbicara nantinya.
Nah itu tadi 4 ajaran hidup lebih baik dan bahagia dari Filosofi Stoicisme. Untuk bisa mempraktikkan 4 ajaran ini, dibutuhkan waktu dan energi yang tidak sedikit. Tetapi ketika bisa menguasainya, kamu akan bisa menjalani kehidupan yang lebih tenang dan fokus pada pengembangan diri.
Pada intinya pengembangan diri dilakukan melalui proses yang panjang, sehingga kembangkan lah diri kamu setiap harinya dengan pelan-pelan, hingga akhirnya bisa berubah menjadi lebih baik seterusnya.
***