SuaraPantura.com - Kali ini sebelum pikiran kalian travelling kemana-mana, langsung aja kita bahas kuliner nyentrik khas Pulau Simeuelue Aceh.
Namanya bagi sebagian besar masyarakat Indonesia memang terdengar aneh, sebab menyerupai nama mahkota paling indah dari wanita, wkwkwk..
Namun ini tidak seperti yang kalian pikirkan, sebab di Kabupaten Simeulue, memek merupakan jajanan dari campuran beras ketan dan pisang.
Dalam bahasa Aceh, memek berasal dari kata mamemek yang artinya mengunyah beras.
Konon nenek moyang di Aceh mengunyah-ngunyah beras ketan yang dicampur dengan pisang sehingga muncul istilah mamemek.
Kini makanan yang telah dinobatkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) dikenal dengan sebutan memek.
Proses pembuatan memek sendiri memakan waktu yang cukup lama yaitu sekitar satu jam.
Karena perlu menggongseng beras terlebih dulu. Meskipun namanya berkonotasi negatif, memek tetaplah makanan khas Simeuleu yang telah diwariskan oleh leluhur.
Kuliner ini memiliki Rasa yang manis dengan aroma pisang yang menyeruak hingga ke hidung.
Beras ketan yang digongseng memberikan tekstur renyah. Rasanya benar-benar nikmat.
Pemilihan jenis pisang juga turut andil dalam cita rasa memek. Beberapa orang di sana menggunakan pisang kepok atau pisang raja sebagai bahan utama.
Memek ini biasa dijual dengan harga kurang dari Rp. 10.000 dalam gelas plastik, dan dihidangkan selagi hangat.
Gimana, penasaran menikmati Memek bukan?.
***