SuaraPantura.com – Di zaman modern ini banyak istilah asing yang sering digunakan oleh orang Indonesia. Termasuk toxic relationship atau hubungan toxic.
Adanya istilah ini membuat orang-orang mudah me-label bahwa hubungannya toxic. Padahal mereka sendiri belum paham betul apa sih pengertian toxic sendiri? Jadi, stop labeling, yuk pahami dulu apa definisi hubungan toxic dan bagaimana cirinya.
Toxic relationship atau hubungan toxic adalah hubungan yang tidak menyenangkan, baik itu untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Dalam hubungan toxic, seseorang akan merasa lebih buruk.
Ciri lainnya antara lain, merasa tidak aman, ada kecemburuan, keegoisan, ketidakjujuran, sikap merendahkan, memberi komentar negatif, dan mengkritik
Menurut J.A. McGruder dalam bukunya yang berjudul Cutting Your Losses from a Bad Toxic Relationship, “Hubungan toxic adalah kondisi di mana di dalamnya terdapat perilaku secara emosional yang dilampiaskan oleh seseorang kepada pasangannya dan bahkan perilaku ini dapat melukai fisik pasangannya.
Pendapat dari Ketua Asosiasi Psikologi Positif Indonesia, toxic relationship menyebabkan mereka yang ada di dalamnya mengalami kesulitan untuk hidup produktif dan sehat. Hal ini tidak hanya berlaku untuk sepasang kekasih, namun juga di lingkup pertemanan.
Contoh di lingkup pertemanan yaitu ketika seorang teman hanya ingin dirinya didengarkan semua keluh kesah dan cerita hidupnya tanpa mau mendengarkan orang lain bercerita.
Selain itu ia akan sering mencari dan datang kepada seorang teman ketika ia benar-benar membutuhkan atau dalam kesulitan, dan melupakannya ketika tidak membutuhkan.
Contoh hubungan toxic dengan pasangan, yaitu ketika tidak adanya rasa saling menghargai di dalamnya. Ia malah berbuat sesukanya asal keinginannya tercapai, dan selalu menyalahkan pasangannya saat ada masalah. Parahnya, ia berani bertindak kasar pada pasangan.
Effendy (2019) merangkum ciri hubungan toxic seperti, rasa cemburu yang berlebihan, ego yang tinggi, memberikan komentar negatif atau kritik, tidak adanya kejujuran, serta merasa tidak aman dalam suatu hubungan.
Selain itu hubungan ini dapat memberikan dampak negatif di antaranya, rasa tidak hormat, merasa tidak adanya keadilan, kurangnya perhatian, serta menurunnya kesehatan fisik dan mental.
Nah itu tadi definisi dan ciri dari hubungan toxic, semoga dapat menjawab kebingungan teman-teman agar tidak asal me-label hubungan itu toxic.
Kenali dulu sebelum menilai, kadang mindset awal terhadap suatu hubungan akan membawa hubungan itu menjadi seperti yang ada dalam pikiran.***