SuaraPantura.com - Tenggelam seperti yang dialami Eril anak Ridwan Kamil di sungai Aaree, Bern, Swiss, secara medis memiliki beberapa faktor.
Siapa sangka, ternyata tenggelam menduduki peringkat ke tiga penyebab kematian secara tidak disengaja.
Berdasarkan data WHO, pada tahun 2019 saja terdapat lebih dari 236.000 kasus kematian akibat tenggelam.
Saat tenggelam, pasokan oksigen akan terhenti. Kondisi ini dikenal sebagai hipoksemia. Akibatnya akan terjadi gangguan pada fungsi tubuh yakni fungsi jantung dan otak.
Penyebab Tenggelam
Ada beberapa faktor yang mengakibatkan seseorang bisa tenggelam, di antaranya seperti yang dikutip dari Alodokter:
- Tidak bisa berenang
- Mengalami serangan panik saat berada di dalam air
- Terjatuh atau terpeleset ke dalam tempat penampungan air
- Menderita penyakit yang kambuh ketika berada di dalam air, seperti serangan jantung, kejang, atau gegar otak
- Mengalami cedera akibat melompat ke dalam air, seperti patah tulang leher
- Menjadi korban bencana alam, seperti banjir atau tsunami
- Menjadi korban pembunuhan
- Melakukan tindakan bunuh diri
Selain penyebab, beberapa kondisi pada seseorang akan berpotensi lebih besar mengalami tenggelam, seperti:
- Berusia 1–4 tahun
- Memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti epilepsi, gangguan jantung, atau autisme
- Memiliki profesi yang mengharuskan bekerja di air, seperti nelayan atau pelaut
- Rutin bepergian melalui jalur air
- Tidak mengenakan jaket keselamatan atau pelampung ketika beraktivitas di air
- Mengonsumsi minuman beralkohol atau menggunakan obat psikotropika sebelum berenang atau berlayar
Umumnya orang yang tenggelam tidak dapat berteriak karena masuknya air pada saluran pernafasan. Biasanya orang yang tenggelam akan melakukan gerakan seperti meraih sesuatu.
Secara media tenggelam dibagi dua. Wet drowning, yakni adanya cairan yang masuk ke dalam paru-paru dan dry drowning yakni kondisi dimana saluran pernafasan refleks menyempit sehingga oksigen tidak masuk ke paru-paru.
Penanganan Korban Tenggelam
- Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk melakukan pertolongan pada korban tenggelam.
- Bantu korban untuk keluar dari air dan pindah ke daratan
- Jika korban masih sadar, lemparkan objek yang dapat mengapung ke titik yang mampu dijangkau oleh korban, seperti jaket pelampung, ban renang, atau tali.
- Jika korban sudah tidak sadar, penyelamatan sebaiknya hanya dilakukan oleh orang yang bisa berenang dan mampu membawa korban ke tepian.
- Setelah korban berhasil dibawa ke darat, periksa pernapasannya dengan cara mendekatkan telinga ke hidung dan mulut korban, sambil melihat gerakan dada korban.
- Periksa denyut nadi di leher korban selama 10 detik. Jika denyut nadi tidak terasa, lakukan teknik resusitasi jantung paru (RJP) atau cardiopulmonary rescucitation (CPR).
- Berhati-hatilah dalam memosisikan kepala dan leher korban ketika hendak memberikan CPR.
- Tahan kepala dan leher korban pada posisi yang stabil. Jangan menggerakkan atau memiringkan leher atau kepala korban untuk mencegah cedera bertambah parah.
- Jika korban tenggelam di air dingin, segera keringkan dan ganti pakaiannya, serta tutupi korban dengan selimut hangat.
- Bawa korban tenggelam yang masih bisa ditolong ke rumah sakit terdekat.
Pencegahan
Beberapa tindakan dapat dilakukan untuk menghindari kemungkinan tenggelam, di antaranya:
- Belajar berenang, bahkan bila perlu dengan mengambil kursus berenang
- Menghindari berkendara saat sedang banjir
- Tidak berlarian di tepi kolam renang, danau, atau kolam ikan
- Menutup rapat akses ke tempat yang berisi air, seperti kolam renang dan bak mandi, bisa dengan mengunci pintu atau memasang pagar yang tidak mudah dilewati oleh anak-anak
- Memandikan bayi atau anak-anak secara hati-hati
- Mengawasi anak-anak dengan ketat ketika berada di lokasi yang rawan terjadi kasus tenggelam, seperti kolam ikan, danau, sungai, dan laut
- Tidak mengonsumsi minuman beralkohol sebelum berenang, memancing, berlayar, atau melaut
- Memberi tahu dokter jika sedang mengonsumsi obat-obat penenang ketika harus bekerja atau beraktivitas di lokasi yang rawan terjadi tenggelam
- Mengenakan perangkat keselamatan, seperti jaket pelampung, saat berlayar atau melakukan aktivitas lain di air
- Mempelajari dan memahami teknik melakukan CPR dengan tepat, agar dapat memberikan pertolongan pada orang yang tenggelam
Demikian beberapa pengetahuan terkait tenggelam beserta penyebab dan cara melakukan pertolongan.
Sebaiknya hindari berenang di tempat yang kita tidak memahami karakter lokasinya seperti kedalaman, arus air, serta kondisi cuaca.
Selain itu, jangan berenang sendirian. Usahakan untuk berenang bersama orang yang ahli berenang.***