SuaraPantura.com - Membahas bahasa daerah memang sangat kaya dan unik.
Kali ini kita coba ulik keunikan istilah yang terdapat dalam bahasa Pemalang dan bahasa Tegal.
Meskipun secara umum baik Pemalang maupun Tegal sama-sama menggunakan bahasa ngapak, namun dalam beberapa hal terutama istilah banyak yang berbeda dalam bahasa dan penyebutan.
Misalkan makanan yang diolah dari ampas tahu pilihan yang diberi ragi seperti tempe, di Pemalang makanan ini disebut Tlembuk, sementara di Tegal disebut Gembus.
Sedangkan Tlembuk sendiri dalam bahasa Tegal bermakna pelacur.
Hal ini akan menjadi bahan guyon yang lucu bahkan kadangkala terjadi di dunia nyata.
Maka adalah fakta bahwa orang Pemalang adalah pemakan Tlembuk.
Makna pemakan Tlembuk ini jika dalam bahasa tegal berarti pemakan pelacur. Wkwkwk...
Belum lagi jika ada orang Pemalang masuk ke Warteg atau warung Tegal.
Ketika ditanya, "Mau makan apa mas?"
Kemudian oleh orang pemalang dijawab, " Tlembuknya ada bu?".
Bagi pelayan Warteg yang tak memahami bahasa dan istilah Pemalang ini bisa bisa jadi emosi dan salah sangka.
"Mas Ini Warteg, bukan tempat pelacuran! Sampean jangan sembarangan!". Hahahaha
Untung saja hal itu jarang terjadi, karena sosialisasi bahasa ini sudah masih dan jadi bahan guyon di masyarakat.
Nah guyonan ini ternuata mampu mengedukasi masyarakat sehingga dua masyarakat itu saling tahu tentang bagaimana menempatkan dan menggunakan bahasa "Tlembuk" sebagai makanan maupun "Tlrmbuk" sebagai pelacur.
Bagaimana, sudah pernah cobain Tlembuk belum Maszehhh? Heu heu heu..
***