SuaraPantura.com- Pernah kah Anda mendengar istilah Gaslighting? Gaslighting merupakan perilaku manipulatif atau praktek manipulasi dengan perkataan yang menyebabkan korban mempertanyakan diri mereka sendiri.
Gaslighting sama halnya seperti pencucian otak yang membuat korban meragukan pemahamannya akan suatu hal.
Seperti yang didefinisikan American Psychological Association, istilah gaslighting merupakan kata kerja yang berarti memanipulasi orang lain agar meragukan persepsi, pengalaman, atau pemahamannya tentang suatu peristiwa.
Jika Gaslighting dipraktekkan pada sebuah hubungan, tentu akan merugikan salah satu pihak. Yang menjadi korban akan dikerdilkan, dan pelaku Gaslighting yang akan lebih dominan. Hal ini membuat hubungan menjadi toxic dan tidak sehat.
Bagaimana mengetahui Gaslighting?
Pelaku Gaslighting atau Gaslighter bisa dikategorikan sebagai maniputator handal, yang pandai mengolah kata sehingga korban akan selalu menormalkan apa saja yang sebenarnya salah.
Kenali beberapa kalimat Gaslighting berikut ini:
1. "Aku cuma bercanda"
Ini adalah taktik paling populer yang dilakukan seorang Gaslighter atau pelaku Gaslighting.
Pelaku bisa dengan mudah mengejek Anda, memberi Anda nama panggilan yang konyol, melontarkan candaan yang menyinggung, lalu menutupi faktanya dengan mengatakan dirinya ‘hanya bercanda’.
2. "Ah kamu jangan Baper"
Seorang Gaslighter akan menyebut Anda terlalu terbawa perasaan atau 'terlalu sensitif' tanpa memberikan empati terhadap perasaan Anda yang sesungguhnya.
Dia akan selalu membuat Anda mempertanyakan emosi Anda sendiri, sehingga pada akhirnya Anda tidak berani lagi menunjukkan perasaan dan emosi Anda di kemudian hari.
3. "Kamu terlalu berlebihan"
Ketika Anda menyampaikan perasaan, seorang Gaslighter akan bilang kalau sikap Anda sangat berlebihan.
Bukannya merasa bersalah dan meminta maaf, pelaku Gaslighting malah memojokkan Anda dan menuduh, seolah mengatakan kalau dirinya lah yang tersakiti karena sikap 'terlalu berlebihan' yang Anda perlihatkan.
4. "Eh Kamu ko salah paham"
Salah satu kalimat bersifat defensif yang dilakukan pelaku gaslighting. Mereka tak mau disalahkan, meski mereka melakukan kesalahan. Mereka akan langsung berkilah bahwa apa yang mereka lakukan itu tidak sengaja dan tidak berniat, sehingga mereka tidak perlu bertanggung jawab.
5. "Kamu aneh, masalahnya itu ada dikamu bukan aku"
Nah, yang paling berbahaya adalah kalimat 'masalahnya ada dikamu, bukan aku' Ini seperti pembunuhan karakter bagi korban gaslighting. Karena kalimat tersebut bisa menyebabkan penyiksaan psikologis pada diri korban.
Hal ini memaksa korban untuk mempertanyakan diri mereka sendiri dan membuat mereka berpikir bahwa diri mereka adalah sebuah masalah.
Pelaku gaslighting sejatinya tahu apa yang mereka lalukan, namun dengan sengaja balik melontarkan duduk permasalahan pada pribadi korbannya.
Begitulah Gaslighting atau praktek manipulasi dan pencucian otak yang perlu diwaspadai dan dihindari.
Mari menjadi pribadi yang lebih baik, jauhi kalimat gaslighting dalam pergaulan agar tidak menyakiti orang lain. Jika terlanjur mengatakan hal yang tidak berkenan pada orang lain, sebaiknya segera ralat dan meminta maaf. Itu menjadi bentuk tanggungjawab kita sebagai manusia yang berbudi.
***