SuaraPantura.com - Berawal jadi ledekan Rona (Rondo Mempesona) didesanya, karena ditinggal pergi suaminya tanpa kabar berita, JJ (22) sebut saja demikian, akhirnya berangkat ke kota bersama anak semata wayangnya, guna mengadu nasib demi menghidupi kebutuhan ekonominya.
Tapi apa lacur, harapan tinggal harapan, pekerjaan yg dinanti tak kunjung di dapat. Untuk makan, minum, tidur pun harus utang dan numpang sana sini.
Sehari seminggu hingga bulan. Rasa hati pun tak enak. Dalam hati JJ, terbesit jual bodi seksi serta mulus dirinya ke para hidung belang.
Tanpa bekal memadai dan hanya belajar lewat membaca tentang seluk beluk PSK, JJ pun menjajagan diri di jalanan, dan pulung pun tiba.
Karena langsung dapat pelanggan. Walaupun pertamanya terasa canggung. Lama kelamaan malah menjadi ke enakan bertabur cuan.
" Saat pertama menjajakan diri, anak ku tak titipin ke temen dari kampung yang kebetulan dikota ini, kehidupanya sudah agak mapan". Ujar JJ sambil menghisap rokok, saat mengawali ceritanya.
JJ melanjutkan ceritanya. Orang yang menuntunnya menjadi PSK online ternama, adalah pelanggan yang pertama kali membokingnya dijalanan.
Dia mengajarinya untuk menggunakan aplikasi jejaring pertemanan dalam menjajakan diri hingga sekarang.
" Sampai sekarang semua berjalan lancar. Hingga menjadi PSK dengan tarif mahal. Kalau bicara lika likunya dalam menggeluti dunia esek-esek online. Takan ada habisnya. Banyak persoalan yang tak patut diceritakan. Dan saya harus banyak trik untuk mengelabui petugas." Jelasnya.
Dan sekarang dirinya sudah tak sesulit dulu. Karena sudah punya rumah sendiri, kendaraan sendiri.
Dan sang buah hati pun tumbuh dengan sehat. Dibawah asuhan tetangganya yang diambil dari kampung, untuk menjadi asisten rumah tangganya.
" Dan mereka yang meledeku rona alias rondo mempesona, sekarang hanya bisa ngerumpinya. Tanpa tahu sekarang profesiku apa. Sebab, foto yang ku pampang dalam aplikasi esek-esek bukan foto ku". Terangnya sambil terbahak.
***