Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Tubuh Gerah Sebelum Hujan Turun? Ternyata Ini Penyebabnya

Desky Danuaji•
Gaya Hidup

SuaraPantura.com - Tubuh kita seringkali terasa gerah sebelum turunnya hujan atau tepatnya pada saat mendung.

Cuaca terasa lebih panas, padahal mungkin masih musim penghujan.

Ini rahasia semesta yang seringkali kita alami namun jarang kita telaah.

Dalam proses perubahan air menjadi bentuk gas, diperlukan penyerapan energi dalam bentuk panas.

Energi panas ini akan disimpan oleh molekul-molekul uap air, yang selanjutnya uap air ini akan naik ke atas dan sampai pada ketinggian yang suhunya lebih rendah.

Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Memanas, Peneliti BRIN Ingatkan Publik Jangan Lupakan Karhutla
Baca Juga · Gaya Hidup
Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Memanas, Peneliti BRIN Ingatkan Publik Jangan Lupakan Karhutla

Saat sudah sampai di ketinggian ini, molekul-molekul air akan mengalami proses kondensasi, sehingga membentuk awan.

Awan yang sudah terbentuk akan menetap di atmosfer. Sementara angin dan kestabilan tekanan udara akan menjaga awan tetap agar berada di atmosfer.

Kemudian, untuk merubah energi panas menjadi air yang nantinya akan menjadi hujan, molekul air yang berupa gas tadi harus mengeluarkan energinya kembali.

Ketika hal ini terjadi, awan akan mengeluarkan uap panasnya sebelum hujan turun.

Suarakan Karhutla, Viewers Tasya Farasya Anjlok hingga Akun Ustaz Adi Hidayat Kena Banned
Baca Juga · Gaya Hidup
Suarakan Karhutla, Viewers Tasya Farasya Anjlok hingga Akun Ustaz Adi Hidayat Kena Banned

Sebab keluar dalam jumlah yang masif, udara yang panas ini mempengaruhi kenaikan temperatur udara di sekitar tempat akan terjadinya hujan. Untuk durasi waktu, hal ini bisa terjadi selama 15 menit hingga 1 jam.

Itulah sebabnya hal ini memicu cuaca menjadi gerah atau sedikit panas sesaat sebelum hujan.

Di samping itu penyebab lain yang bisa juga berpengaruh pada panas sebelum hujan, yaitu akibat efek rumah kaca. Ketika mendung menutupi langit, secara otomatis panas matahari tak bisa terpantulkan lagi hingga terjebak di Bumi.

Teori tersebut semakin kuat karena oleh komposisi awan yang ternyata sebagian besar terdiri dari udara biasa yang punya kandungan banyak polusi seperti karbon dioksida.

Top Up DANA Rp10 Juta dari BCA Tak Masuk, Uang Sudah Terpotong: Nasabah Menunggu Kejelasan
Baca Juga · Gaya Hidup
Top Up DANA Rp10 Juta dari BCA Tak Masuk, Uang Sudah Terpotong: Nasabah Menunggu Kejelasan

Polusi ini yang menjebak panas matahari, persis seperti yang diterangkan dalam teori efek rumah kaca yang membuat panas terperangkap dengan gas rumah kaca dalam atmosfer. Itulah penyebab dari gerah dan panas sebelum terjadinya hujan.
***

 

 

Tags:
#hujan#tubuh#panas#sebelum#gerah
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…