Cerita Novel Dewasa Terjerat Gairah Sang Pelakor Episode 2 "Oh, Mas.. aku... aku mau keluar...."
Tim Suara Pantura 03•
Gaya Hidup
SuaraPantura.com - Novel cerita desawa Terjerat Gairah Sang Pelakor, Epsiode 2 Karya R. Angela dapat kalian temukan pada artikel ini.
Novel cerita desawa Terjerat Gairah Sang Pelakor, Epsiode 2 Karya R. Angela ini telah cukup banyak dibaca oleh pecinta novel.
Novel cerita desawa Terjerat Gairah Sang Pelakor, Epsiode 2 Karya R. Angela di NovelToon ada dalam artikel ini.
Berikut ini cerita novel Terjerat Gairah Sang Pelakor karya R.Angela:
TERJERAT GAIRAH SANG PELAKOR
Episode 2
Kalimat Dika menampar wajah Ray, meremas kuat hatinya hingga sesak bernafas. Hati Ray terbakar. Matanya nanar oleh derai air mata. Dika tega bicara seperti itu tentangnya.
Membuka aibnya pada Lani sahabatnya sendiri. Masih pantaskah dia disebut sahabat?
Ingin sekali Ray bergerak, menendang pintu itu agar terbuka lebih lebar lagi. Ingin menjambak rambut panjang Lani. Bara amarahnya sudah siap membakar siapa saja dan apa saja yang ada di dekatnya.
Namun, refleks Ray menyentuh perutnya. Mencoba merasakan makhluk yang kini bertumbuh di dalam kandungannya. Menyadarkannya kalau dia sampai masuk dan mengamuk di dalam sana, maka Dika yang saat ini begitu menggilai Lani akan membuangnya. Memilih bersama gadis itu dan membuang dirinya dan juga calon anak mereka. Dia sudah menonton banyak drama seperti itu yang diadaptasi dari kisah nyata.
Bahkan saat menonton serial drama Layangan putus saja, emosi Ray bisa tersulut dan memaki Lydia. Ray sama sekali tidak menyangka kalau kini dia justru mengalaminya saat ini.
Tidak! Dia tidak boleh menyerah, setidaknya demi mendapatkan hak calon anak mereka. Sejak merintis usaha, Ray selalu bersama Dika, bahkan kala usaha yang mereka bangun, Ray bersedia menjual semua perhiasan peninggalan ibunya untuk menjadi modal usaha Dika, sekarang saat kehidupan Dika sudah mulai mapan, enak sekali Lani datang dan ingin menyingkirkannya.
"Oh, Mas.. aku... aku mau keluar...."
"Iya, Sayang... Mas juga, kita sama-sama, ya."
"Iya, Mas... Ouh.. sekarang ya, Mas..."
"Iya, Sayang. Mas buat di dalam, ya...."
Suara keduanya yang terengah-engah, membuat lamunan panjangnya. Walau jijik kembali dia menatap ke arah kedua manusia laknat itu. Keduanya tampak hampir mencapai puncak kenikmatan mereka. Jijik dan muak, Ray memaksa langkahnya untuk pergi dari sana.
Dia tidak mau keduanya tahu kalau Ray sudah mengetahui pengkhianatan mereka, bisa saja nanti keadaan semakin kacau.
Dia perlu waktu berpikir. Dia harus memikirkan cara untuk membalas mereka. Siasat untuk menghukum mereka atas perbuatan biadab mereka.
Ray menyeret langkahnya, meninggalkan suami dan sahabatnya yang kini sudah menjadi Pelakor di rumah tangganya. Pelan tanpa suara agar keduanya tidak mencurigai kehadirannya.
Dia memilih duduk di salah satu kursi di teras Indomaret. Memesan minuman Boba sepuluh ribuan yang dingin, berharap bisa membantu mendinginkan hati dan kepalanya. Dia perlu waktu dan juga jarak dari mereka untuk menenangkan hatinya. Nanti setelah dia siap, setelah hatinya mampu melihat wajah busuk keduanya, maka dia akan pulang dengan senyum palsunya walau hatinya menjerit.
Saat ini, dia tidak boleh lemah. Kebahagiaan anaknya lebih penting dari pada apapun. Lagi pula, dia butuh waktu untuk bisa berdikari sendiri dulu sebelum menyeruakkan kebenaran yang dia lihat tadi.
Dada Ray sesak. ******* manja Lina kembali menggema dalam pendengarannya, seolah bisikan setan yang terus mengganggu jiwa Ray. Bahkan Senyum suami dan tatapannya yang penuh damba pada Lani masih jelas dalam ingatannya.
Dia sama sekali tidak menyangka Lani tega menikamnya dari belakang. Dia sudah begitu baik menampung Lani yang lari dari kampung halamannya. Persahabatan mereka sejak SMA membuat Ray sangat menyayangi Lani sepenuh hati.
Entah sejak kapan suami dan sahabatnya itu dekat. Setahu Ray, Dika sejak dulu tidak menyukai Lani. Mereka berasal dari kampung yang sama. Tamat SMA, Dika yang sudah lebih dulu merantau ke Jakarta, melamar Ray yang memang kembang desa.
Dika sudah lama menaruh hati pada Ray, dan setelah menunggu lama, dan juga berusaha keras membuktikan cintanya, gadis itu menerima lamarannya dan segera membopong Ray ke ibukota.
Kehidupan mereka membaik, hingga suatu hari, Dika ditipu oleh sahabatnya, hingga usahanya tumpur. Berkat perhiasan Ray, Dika kembali merangkak, merintis usahanya di bidang Furniture. Bahkan, kini Dika juga merambah usaha laundry kiloan, dan di sana lah Lani bekerja.
Ray pikir, kebahagiaan mereka akan abadi, terlebih kini harapan mereka untuk memiliki anak akan terwujud. Tapi nyatanya? Apa ini cara Lani membalas kebaikannya?
"Tega kau, Lan. Aku sudah menganggapmu seperti saudaraku sendiri, memenuhi kebutuhanmu, bahkan saat suamiku tidak ingin menerimamu di sini, aku lah yang memohon agar kau bisa tetap tinggal.
Lani lari dari desa. Malu pada warga desa karena ibunya yang sudah diarak keliling kampung kedapatan berbuat mesum dengan kepala desa. Warga desa ingin ibu dan anak itu segera angkat kaki dari desa.
Bermodal uang yang dikirim Ray, Lani berangkat ke Jakarta. "Kau jahat, Lan! Tega benar kau berselingkuh dengan suamiku!" umpat Ray meremas sisi gaunnya. Tangisnya pecah. Beberapa orang menatap penuh tanya ke arahnya, tapi Ray tidak peduli.
Tubuh Ray bergetar menahan tangisnya. Dunia benar-benar runtuh. Dia ingat kata Mbak Yun, tetangga samping rumahnya, untuk tidak cengeng, jangan suka menangis, agar anak yang dikandungnya nanti tidak menjadi anak yang cengeng, tapi dia tidak bisa menahan air matanya kini. Kesedihannya benar-benar menguras emosinya.
Dengan membaca pada link resminya, kita telah ikut berpartisipasi memberi apresiasi pada penulis novel.
Cerita novel Terjerat Gairah Sang Pelakor karya R.Angela dapat Anda baca melalui webiste resmi NovelToon.***