Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Sinopsis Novel Terjerat Gairah Sang Pelakor "tidak sudi untuk kembali ke rumah" Cerita NovelToon

Tim Suara Pantura 03•
Gaya Hidup

SuaraPantura.com - Sinopsis novel Terjerat Gairah Sang Pelakor, epsiode 3 Karya R. Angela cerita NovelToon dapat kalian temukan pada artikel ini.

Sinopsis novel Terjerat Gairah Sang Pelakor, epsiode 3 Karya R. Angela ini telah cukup banyak dibaca oleh pecinta novel.

Sinopsis novel Terjerat Gairah Sang Pelakor, epsiode 3 Karya R. Angela di NovelToon ada dalam artikel ini.

Berikut ini Sinopsis cerita novel Terjerat Gairah Sang Pelakor karya R.Angela:

TERJERAT GAIRAH SANG PELAKOR

episode 3

Tubuh Raya berdiri kaku di depan gerbang rumahnya yang setinggi dada orang dewasa. Menatap penuh luka dan kebencian ke dalam sana.

Jauh di lubuk hatinya, dia tidak ingin, tidak sudi untuk kembali ke rumah ini. Tapi Raya tidak punya pilihan lain. Dia harus tetap maju, bertahan hidup diantara dua manusia tidak berakhlak itu.

Sebelum kakinya menjejak lantai rumah, Raya menarik napas. Menguatkan hatinya dan melatih senyum palsu di wajahnya. Pengkhianatan dan kepalsuan mereka memang harus dilawan dengan kepalsuan juga. Raya menarik napas panjang, lalu mengeluarkan, mengatur detak jantungnya yang masih bergemuruh hebat.

Pasti tidak mudah untuk bersikap biasa saja, seperti tidak terjadi apa-apa di hadapan mereka.

"Assalamualaikum... loh, Mas udah di rumah? tumben, jam segini udah di rumah?" tanya Raya yang mendapati suaminya tengah duduk di ruang tamu, berlaga mata dengannya ketika memasuki rumah.

"Iya. Mas pulang karena gak enak badan," sahut Dika lembut dengan senyumnya. Sumpah, Raya muak melihat wajah terlebih senyum palsu itu. Terbayang bagaimana dia memuji, menyentuh tubuh Lani dengan bibirnya.

"Udah pulang belanja? beli apa aja?" lanjutnya basa-basi menatap ke arah goodie bag yang ada di tangannya.

Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Memanas, Peneliti BRIN Ingatkan Publik Jangan Lupakan Karhutla
Baca Juga · Gaya Hidup
Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Memanas, Peneliti BRIN Ingatkan Publik Jangan Lupakan Karhutla

Raya ingat dengan kado yang dia siapkan untuk suaminya besok. Hatinya kembali hancur. Pernikahan mereka yang selama ini dianggap sakral, ternyata tidak begitu dalam anggapan Dika.

"Iya, Mas. Sudah."

"Baguslah," sahut Dika pendek.

"Mas sendirian di rumah? aku buatkan air hangat, ya?" ucap Raya melirik ke arah pintu dapur. Aneh, ini rumahnya, sudah bertahun mereka tinggal di sini, tapi kenapa hari ini dia begitu takut untuk melangkah masuk ke dalam?

Ray, bukan kau yang berbuat zinah, lantas kenapa kau merasa gentar bertemu perempuan sundal itu?

"Oh... Lani. Mungkin dia ada di kamarnya," jawabnya seadanya, mempertahankan nada suaranya walau tidak berani melihat ke arah Raya.

Mendengar namanya disebut, Lani yang tampaknya baru siap mandi, ke luar, dengan handuk di tangan yang dia buat untuk mengeringkan rambutnya. "Ada apa, Ray? kau mencariku?"

Amarah dan emosi Raya tersulut saat melihat Lani. Sahabat laknat!

Gadis itu bahkan tersenyum polos dengan tanpa merasa bersalah padanya. Erangan Lani yang sok manja kembali menggema di telinganya, hingga tanpa sadar Raya berbicara dengan nada sedikit lebih keras.

"Kau baru mandi? cepat amat pulang dari laundry?" Darah Raya mendidih, terlebih melihat rambut Lani yang basah, seusai berbuat dosa. Ingin sekali dia menjambak rambut wanita itu, demi memuaskan sakit hati, namun kepalan tangannya hanya sampai sebatas sisi tubuhnya.

Gerakan tangan Lani yang tengah mengusap rambutnya dengan handuk, menggantung di udara. Dia kaget, tidak menyangka nada suara Raya yang biasanya terdengar lembut, dan ramah padanya, seolah tersirat kemarahan dan kebencian pada nada suara itu.

"Iy... iya. Aku pulang lebih cepat. Aku sudah rekap, dan meninggalkan Susi dan Susan di sana. Kau kenapa? kok kayak marah? apa yang membuatmu kesal?" ucapnya mendekati Raya, mencoba menyentuh tangan gadis itu seolah peduli.

Suarakan Karhutla, Viewers Tasya Farasya Anjlok hingga Akun Ustaz Adi Hidayat Kena Banned
Baca Juga · Gaya Hidup
Suarakan Karhutla, Viewers Tasya Farasya Anjlok hingga Akun Ustaz Adi Hidayat Kena Banned

Belum sampai tangan Lani menyentuhnya, Raya sudah berjalan melewati Lani hingga sedikit membuat Lani terperangah. "Aku gak papa, hanya sedikit lelah setelah berbelanja. Biasalah, wanita hamil cepat lelah."

Raya sengaja menekan kata hamil, agar sedikit saja bisa menampar Lani, menyadarkan wanita itu, kalau Dika akan memiliki anak, jangan mengganggunya lagi. Sekaligus, Raya ingin Lani tahu, Dika sudah punya istri, dan dia adalah istri sah dan nyonya di rumah ini!

"Oh, iya, sekalian kau susun belanjaan itu ke kulkas."
"Mas, si norak kenapa, sih? kok dia kayak marah gitu sama aku? aku disuruh-suruh udah kayak pembantu aja!" gumam Lani setengah berbisik, mendekat ke arah Dika setelah memastikan jarak mereka sudah jauh dari Raya.

"Sabar, Sayang. Gak usah diambil hati. Bawaan hamilnya mungkin. Wanita hamil pada umumnya kan begitu, sensitif," ucap Dika mengelus punggung tangan Lani mesra.

"Kok kamu jadi belain dia, Mas?" mata Lani melotot. Dia siap kalau harus membongkar hubungan terlarang mereka, toh sebenarnya itu tujuan dia. Lani sudah bosan bermain sembunyi-sembunyi dengan Dika. Dia ingin segera menjadi istri Dika yang sah, sehingga bisa mengamankan posisinya.

"Aku bukan membelanya. Ah, begini saja...." Dika berbalik, memungut ponselnya yang terletak di atas meja, menekan tombol yang hanya bisa dia lihat sendiri, lalu selesai.

"Sudah," ucapnya mencubit pipi Lani gemas setelah celinguk-celinguk melihat ke arah kamar mereka, memastikan keadaan aman terkendali.

"Berapa?" suara manja Lani seperti ini yang membuat Dika kesemsem, ya... pastinya yang utama, karena tubuh seksi dan kemahiran Lani bergoyang di atas tempat tidur.

Lani bisa memberi kepuasan pada Dika. Wanita itu tahu cara memuaskan senjata Dika yang selama ini bermain dengan Raya hanya dengan gaya standar. Lani bisa membuat Dika melayang membakar ga*irahnya.

"Cukup untuk membeli hape barumu."

Lani tersenyum manis. Amarahnya menguap. Sudah enam bulan dirinya menjadi sarang kedua pusaka Dika. Selama itu pula, Dika menyokongnya dengan uang dan selalu memanjakannya. Dia juga tidak perlu susah payah di laundry, karena Dika sudah mengambil satu karyawan lagi menggantikan Lani. Kini dia hanya bertugas menjadi kasir di sana. "Makasih, Mas."

"Tapi nanti malam, jangan lupa, Mas mau gaya enam sembilan lagi."

Top Up DANA Rp10 Juta dari BCA Tak Masuk, Uang Sudah Terpotong: Nasabah Menunggu Kejelasan
Baca Juga · Gaya Hidup
Top Up DANA Rp10 Juta dari BCA Tak Masuk, Uang Sudah Terpotong: Nasabah Menunggu Kejelasan

***

Makan malam sudah tersaji di meja makan. Raya sedang menata piring dan saat Dika muncul di ruang makan, wanita itu sudah menyendok nasi ke piring Dika yang menarik kursi dan duduk di kursi utama.

"Lani mana? kenapa tidak makan?" tanya Dika dengan suara datar.

"Gak tahu, Mas. Biarin saja. Mungkin dia gak lapar."

"Ini semua salahmu. Kau mungkin sudah menyinggung perasaannya, dengan suara kerasmu saat berbicara tadi. Kau gimana sih? dia itu sahabatmu, bukan pembantu di rumah ini!" hardik Dika tanpa melihat ke arah Raya, sibuk melengkapi piringnya dengan berbagai menu makanan yang sudah tersaji di meja.

"Mas kok malah belain dia? aku cuma minta dia bawa belanjaan, nyusun di kulkas. Kalau hanya itu saja dia menganggap kalau aku menganggap dirinya pembantu, lantas aku apa? setiap hari memasak, membersihkan rumah dan mengurus semuanya sendiri, aku apa, Mas?" Emosi Raya tersulut kembali. Bisa-bisanya Dika lebih membela Lani hingga seperti itu.

"Sudahlah, aku malas berdebat. Semakin hari, kau semakin tidak bisa diatur. Selera makan ku hilang!" Dika mendorong kursi dan menghempaskan sendok dengan keras, dan segera pergi dari sana.

Air mata Raya kembali jatuh. Memandangi punggung suaminya yang menjauh, menuju teras rumah. Masakan yang sudah dia persiapkan susah payah untuk suaminya, tidak disentuh sama sekali hanya karena Lani tidak ikut makan malam.

"Sudah sejauh itukah hatimu menjauh, Mas?"

Bersambung. lanjut ke episode 4

Dengan membaca pada link resminya, kita telah ikut berpartisipasi memberi apresiasi pada penulis novel.

Sinopsis novel Terjerat Gairah Sang Pelakor karya R.Angela dapat Anda baca melalui webiste resmi NovelToon.***

LINK NOVEL TERJERAT GAIRAH SANG PELAKOR

Tags:
#novel#cerita#sinopsis#episode 4#episode 3#noveltoon#terjerat gairah sang pelakor
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…