Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Pentolan G30S PKI Ini Ternyata Tak Sengaja Tertangkap Di Kota Tegal

Tim Suara Pantura 01•
Gaya Hidup

SuaraPantura.com - Setiap tanggal 30 September kita seolah diingatkan kembali pada peristiwa berdarah G 30S PKI.

Gerakan 30 September 1965 yang ditengarai dimotori oleh Partai Komunis Indonesia ini menjadi peristiwa berdarah yang mengguncang seantero Indonesia.

Pasalnya beberapa jendral dikabarkan hilang diculik oleh pasukan khusus yang dinamakan Pasukan Tjakrabirawa yang dipimpin langsung oleh letkol untung.

Letkol untung adalah Komandan Batalyon I Tjakrabirawa yang memimpin Gerakan 30 September pada tahun 1965.

Untung adalah bekas anak buah Soeharto ketika ia menjadi Komandan Resimen 15 di Solo. Ia merupakan Komandan Kompi Batalyon 444 dan pernah mendapat pendidikan politik langsung  dari tokoh PKI, Alimin.

Setelah meletusnya peristiwa G 30 S PKI ini tentu Letkol Untung adalah salah satu orang yang paling dicari dan dianggap bertanggungjawab atas peristiwa tersebut.

Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Memanas, Peneliti BRIN Ingatkan Publik Jangan Lupakan Karhutla
Baca Juga · Gaya Hidup
Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Memanas, Peneliti BRIN Ingatkan Publik Jangan Lupakan Karhutla

Untung sempat menghilang dan melarikan diri setelah gagalnya G30S PKI ini,  menyusul tindakan kontra aksi yang dilakukan Mayor Jenderal Soeharto, Panglima Kostrad saat itu.

Siapa sangka, orang paling dicari tersebut berakhir naas dan tertangkap di Kota Tegal.

Letkol Untung ini berhasil ditangkap di wilayah Tegal pada 11 Oktober 1965.

Menurut sejarawan Pantura Wijanarto,
Hal ini bermula dari pelarian Letkol Untung dengan menggunakan bus. Namun apesnya, bus yang ia naiki dari Jakarta itu justru diberhentikan di pos penjagaan Kota Tegal.

Tujuan letkol untung kabur adalah untuk bersembunyi dan meminta perlindungan kepada kelompok pendukung PKI yang pada waktu itu kuat di Daerah.

Suarakan Karhutla, Viewers Tasya Farasya Anjlok hingga Akun Ustaz Adi Hidayat Kena Banned
Baca Juga · Gaya Hidup
Suarakan Karhutla, Viewers Tasya Farasya Anjlok hingga Akun Ustaz Adi Hidayat Kena Banned

Saat itu sedang ada pemeriksaan di Kota Tegal. Saat melewati pos pemeriksaan, Letkol Untung berinisiatif turun paksa dengan kondisi gugup karena takut ketahuan dan ditangkap.

Untung khawatir penyamarannya akan terbongkar dalam pemeriksaan besar-besaran yang dilakukan tentara di tiap kota pasca peristiwa G30S tersebut.

Akhirnya ia terpaksa melompat turun dengan cepat, yang menjadikan penumpang lain curiga dan mengira ia adalah copet. Penumpang pun meneriakinya copet.

Begitu turun dari bus dan diteriaki copet, Untung sempat lari ke perkampungan warga di Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat dan bersembunyi sebelum akhirnya ditangkap.

Setelah ditangkap, pria bernama asli Kusman itu kemudian diserahkan ke CPM atau Polisi Militer yang markasnya berada di Jalan Jenderal Sudirman dan saat ini menjadi Sub Datasemen Polisi Militer (Subdenpom) Tegal‎. Disana Ia diinterogasi dan baru diketahui bahwa Ia adalah Letkol Untung.

Top Up DANA Rp10 Juta dari BCA Tak Masuk, Uang Sudah Terpotong: Nasabah Menunggu Kejelasan
Baca Juga · Gaya Hidup
Top Up DANA Rp10 Juta dari BCA Tak Masuk, Uang Sudah Terpotong: Nasabah Menunggu Kejelasan

Selanjutnya, Letkol Untung dibawa ke Korps Militer Cirebon untuk dibawa ke Jakarta.

Setelah sampai di Jakarta, Letkol Untung kemudian langsung menjalani sidang peradilan militer dengan tuduhan menjadi dalang penculikan dan pembunuhan dalam tragedi G30S PKI.

Tak seperti namanya, Ia berakhir dengan tak beruntung. Letkol Untung dinyatakan bersalah. Ia kemudian dieksekusi mati di Cimahi, Jawa Barat, pada 1966.

Sejarawan Pantura ‎Wijanarto mengatakan, tertangkapnya Letkol Untung di Tegal tersebut dipublikasikan media lokal yang bernama Banteng Loreng. Surat kabar mingguan itu dibuat oleh ayah seniman Eko Tunas, Wuryanto.
***

Tags:
#kota tegal#letkol untung#g30s pki#cakrabirawa#pentolan
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…