SuaraPantura.com - Usai cabut laporan, Lesti Kejora sempat menemui insan media dan memberikan beberapa keterangan.
Salah satunya saat dirinya ditanya apakah Ia tak takut kehilangan fans, sebab akan banyak yang kecewa karena selama ini mendukung Lesti.
"Itu sudah menjadi hak masing-masing, jadi kalo ditanya seperti itu terserah aja," ungkap Lesti seperti dikutip Suara Pantura pada Jumat, 14 Oktober 2022 melalui video yang diupload @insta_julid.
Sebelumnya, Lesti Kejora disebut-sebut dapat mengalami Cancel Culture usai mencabut laporan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialaminya.
Kasus ini menyeret nama sang suami yakni Rizky Billar sebagai tersangka kasus KDRT Lesti Kejora.
Seorang akademisi bernama Anjas Asmara menyebut tindakan Lesti Kejora ini akan berakibat Cancel Culture terhadap dirinya.
Mengingat banyak artis lain dan elemen masyarakat yang selama ini mendukung Lesti untuk memperjuangkan keadilan terhadap tindakan KDRT namun kini malah Lesti mencabut laporan.
"Mengingat selama ini Lesti mendapat banyak dukungan dalam kasusnya, Lesti Kejora bisa terkena cancel culture jika dirinya mencabut laporan terhadap Rizky Billar," ungkapnya seperti dikutip Suara Pantura pada Jumat 14 Oktober 2022.
Apa itu cancel culture?
Menilik definisi dari Wikipedia, cancel culture adalah sebuah bentuk ostrakisme modern di mana seseorang dikeluarkan dari lingkaran sosial atau profesional baik secara daring di media sosial, di dunia nyata, atau keduanya.
Secara sederhana cancel culture busa disebut juga dengan pemboikotan massal.
Dalam kasus pencabutan laporan lesti Kejora ini menurut akademisi bernama Anjas Asmara berpotensi terjadi cancel culture atau pemboikotan massal terhadap Lesti Kejora.
Sebab selama ini banyak dukungan masyarakat, para artis bahkan aktivis terhadap Lesti Billar untuk memperjuangkan keadilan.
***