SuaraPantura.com - Aksi saling sindir antara Livy Renata dengan Deddy Corbuzier terus berlanjut.
Livy Renata merasa tersinggung karena area sensitifnya dipertanyakan oleh Deddy Corbuzier.
Beberapa waktu lalu, Livy Renata sempat mengungkapkan keresahannya di Twitter soal pengalaman buruknya saat menjadi tamu podcast salah seorang figur publik. Ungkapannya itu disusul dengan unggahan dari potongan video podcast Deddy Corbuzier itu.
"Keren Om Ded Semoga suatu hari ada bintang tamu yang ga di dibikin uncomfortable with your questions ya," tulis Livy melalui Twitter @livyyrenata bersama video tersebut.
Diakui oleh Livy, Deddy Corbuzier memang sempat meminta maaf kepadanya setelah syuting berakhir. Namun Livy tetap merasa resah setelah mengetahui ada beberapa tamu lain yang menurutnya sudah diperlakukan tak menyenangkan.
Diakui Livy, dulu memang dia senang diundang ke podcast Deddy Corbuzier.
Terlebih ibunya juga penggemar berat Deddy Corbuzier. Namun hal itu berubah setelah dia datang kedua kali sebagai bintang tamu.
"Pengalamannya super buruk, sangat amat buruk," kata Livy dikutip dari YouTube Joshua Kenji, Ken We Talk Podcast.
Livy Renata kembali mengundang perhatian publik karena mengungkap kekecewaannya terhadap Deddy Corbuzier.
Bagaimana tidak, Livy Renata menjadi bintang tamu Deddy Corbuzier kemudian di sesi tanya jawab Livy ditanya perihal status keperawanannya.
"Gue nggak tersinggung sih kalau orang bilang gue kurang cakep. Terus, habis gitu dia tiba-tiba bilang, 'Btw ini orang masih perawan nggak?' Gitu kan," ungkap Livy dikutip dari kanal YouTube Ken We Talk Podcast, Sabtu 26 November 2022.
Setelahnya, Akhirnya Deddy Corbuzier pun buka suara terkait tudingan merendahkan dan fetish atas pertanyaannya di podcastnya sendiri kepada bintang tamu.
Deddy Corbuzier menolak disebut fetihs terhadap oertanyaannya tersebut perihal keperawanan.
Hal ini Deddy sampaikan bersama Adriano Qalbi dan Tretan Muslim dalam podcast bertemakan "Musuh Masyarakat".
"Om Ded itu ada pembelaan yang lucu. Dia bilang gini, kok nanyain keperawanan dibilang fetish. Itu bukan fetish, tapi?" pancing Adriano Qalbi.
"Itu kepedulian semua orangtua," jawab Deddy Corbuzier.
***