Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Pameran 'Dari Semarang Kita Mulai' Angkat Kesaksian Veteran Pertempuran Lima Hari

M teguh•

Suarapantura.com - Semarang, kesaksian para veteran, warga sipil, dan perempuan yang mengalami langsung Pertempuran Lima Hari di Semarang menjadi sorotan pameran sejarah bertajuk Dari Semarang Kita Mulai. Pameran ini digelar di Rumah PoHan, Jalan Kepodang Nomor 64, kawasan Kota Lama, Kota Semarang, dan berlangsung hingga 20 Oktober 2026.

Pameran tersebut diselenggarakan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang bersama Rumah PoHan. Tujuannya memperingati Pertempuran Lima Hari di Semarang sekaligus mengenalkan kembali arsip sejarah kepada masyarakat sebagai upaya merawat ingatan kolektif tentang perjuangan rakyat Semarang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kurator pameran, Mozes Christian Budiono, menjelaskan bahwa penyelenggara menggunakan arsip Museum Mandala Bakti Kota Semarang untuk menyusun kronologi pertempuran dan menghadirkan beragam perspektif saksi. Tajuk pameran merujuk pada pandangan Jenderal Besar Abdul Haris Nasution mengenai arti penting pertempuran tersebut dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Emas Softball Putra Porprov Jateng 2026 Bertahan di Semarang, Surakarta Raih Perak
Baca Juga · Jateng Pantura
Emas Softball Putra Porprov Jateng 2026 Bertahan di Semarang, Surakarta Raih Perak

Materi pameran mengutamakan cerita langsung dari orang-orang yang mengalami peristiwa itu. Para saksi berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, mulai dari mereka yang memiliki pengalaman di ketentaraan seperti PETA atau Heiho, hingga warga sipil biasa dan perempuan. Dengan cara ini, pengunjung diajak memahami peristiwa sejarah bukan hanya dari kronologi yang bersifat akademis, tetapi juga dari pengalaman manusiawi para saksinya.

Arsip yang digunakan berasal dari kumpulan wawancara pada era 1980-an yang tersimpan di Museum Mandala Bakti. Dokumentasi tersebut merekam pengalaman orang-orang yang terlibat dalam pertempuran, baik sebagai warga sipil maupun sebagai pihak yang ikut bertempur.

Dorong Swasembada Susu, Magelang Dibidik Jadi Sentra Sapi Perah Baru di Jateng
Baca Juga · Jateng Pantura
Dorong Swasembada Susu, Magelang Dibidik Jadi Sentra Sapi Perah Baru di Jateng

Salah satu bagian pameran menampilkan 39 foto saksi pertempuran melalui panel bertajuk Ketika Mereka Bercerita Kesaksian Veteran dan Saksi Hidup Pertempuran Lima Hari di Semarang. Dari 39 orang tersebut, kisah delapan orang dipilih untuk ditampilkan, yakni A Kamisan, Abu Sudjak, Drs Jachja, Indera Dharmawan, K Soekamto, Martha Soekinah, Rachmad Loekito, dan S Sukarjo.

Salah satu kisah yang ditampilkan adalah pengalaman Martha Soekinah. Saat pertempuran berlangsung, Martha sedang hamil tua, sementara suaminya, Idrus, bertugas di bagian persenjataan berat Polisi Istimewa dan harus pergi bertempur. Ketika suaminya tak kunjung diketahui kabarnya, Martha memberanikan diri mencarinya di tengah situasi pertempuran dengan menyusuri sejumlah kawasan di Kota Semarang. Beberapa hari kemudian, ia mendapat kabar bahwa banyak anggota Polisi Istimewa gugur dan mendapati suaminya telah meninggal dunia.

KPK Taksir Kerugian Negara Kasus Cukai Kudus Capai Triliunan Rupiah
Baca Juga · Jateng Pantura
KPK Taksir Kerugian Negara Kasus Cukai Kudus Capai Triliunan Rupiah

Pertempuran Lima Hari sendiri merupakan rangkaian pertempuran terbuka yang terjadi di Kota Semarang pada 15 hingga 19 Oktober 1945. Pada masa itu, pemuda, anggota Badan Keamanan Rakyat, polisi, dan unsur masyarakat bersenjata menghadapi pasukan Jepang di tengah situasi yang belum stabil setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pertempuran berlangsung sengit di sejumlah lokasi dan menimbulkan korban jiwa, sebelum akhirnya mereda setelah berlangsung perundingan dan kedatangan pasukan Sekutu.

Pameran ini digelar dalam rangkaian peringatan ke-81 Pertempuran Lima Hari di Semarang. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengajak masyarakat meneladani keberanian dan pengabdian para pejuang. Ajakan itu disampaikan dalam upacara peringatan di kawasan Tugu Muda pada Rabu, 14 Oktober 2026 malam, yang diikuti lebih dari 2.000 peserta dan personel gabungan dengan rangkaian kegiatan berupa upacara bendera, pembacaan sejarah, drama kolosal, pameran kesejarahan, dan bazar UMKM.

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, pameran dibuka gratis setiap hari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Pengunjung dapat menelusuri arsip, foto, dan kisah para saksi, sekaligus mengenal lebih dekat sejarah Kota Semarang pada masa awal kemerdekaan.

Sumber: Media Kompeten, ANTARA Foto, Mimbar Nusantara.

Tags:
#semarang#kota lama semarang#pertempuran lima hari#pameran sejarah#jawa tengah
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…