Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Jateng Masuk Nominasi Jamsostek Award 2026 Berkat Perlindungan Pekerja Informal

M teguh•
Jateng Pantura

Foto: Kurasi Media

Suarapantura.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masuk dalam daftar 10 kandidat pemerintah provinsi pada penilaian nasional Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek Award) 2026. Capaian ini diraih berkat upaya memperluas cakupan jaminan sosial bagi pekerja sektor informal melalui penguatan regulasi, penganggaran, dan kolaborasi lintas sektor.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memaparkan capaian tersebut di hadapan Tim Penilai Tingkat Pusat di Pullman, Jakarta, pada Kamis (15/10/2026). Ia hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan menjelaskan berbagai langkah Pemprov Jateng dalam memperluas perlindungan bagi pekerja, termasuk kelompok rentan yang belum sepenuhnya terjangkau jaminan sosial ketenagakerjaan.

Menurut Taj Yasin, perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja tidak seharusnya hanya menjangkau pekerja sektor formal. Pekerja informal juga membutuhkan jaminan agar memiliki perlindungan ketika mengalami risiko dalam menjalankan pekerjaannya.

Solo Amankan Runner-Up Porprov Jateng 2026
Baca Juga · Jateng Pantura
Solo Amankan Runner-Up Porprov Jateng 2026

Salah satu langkah yang ditempuh Pemprov Jateng adalah memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada pengajar keagamaan lintas agama melalui program insentif yang disertai kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Berdasarkan data Pemprov Jateng, jumlah penerima insentif pengajar keagamaan pada 2025 mencapai 230.830 orang dari berbagai agama.

Selain pengajar keagamaan, perlindungan juga diberikan kepada pekerja sektor pertanian melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Pada 2025, sekitar 13.017 petani tembakau, petani, dan buruh tani tercatat memperoleh perlindungan melalui program tersebut.

115 Personel Gabungan Simulasikan Penanganan Ancaman Bom di Bandara Ahmad Yani Semarang
Baca Juga · Jateng Pantura
115 Personel Gabungan Simulasikan Penanganan Ancaman Bom di Bandara Ahmad Yani Semarang

Meski demikian, perluasan perlindungan pekerja informal masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Dari sekitar 19 juta pekerja di Jawa Tengah, sebagian besar merupakan pekerja informal yang belum seluruhnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Komposisi tenaga kerja di Jawa Tengah sekitar 60 persen merupakan pekerja informal, seperti petani, nelayan, dan pekerja sektor lainnya.

Untuk memperluas jangkauan, BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemprov Jateng akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, serta pemerintah desa. Dua inisiatif yang disiapkan untuk mendukung upaya tersebut adalah program Garwo Surgo dan Ngopeni Ngelakoni Desa. Keduanya diharapkan dapat memperkuat gotong royong dalam memperluas kepesertaan, termasuk melalui keterlibatan perusahaan dan pembentukan agen penggerak jaminan sosial di desa.

Dinsos Jateng Jemput Driver Ojol: Urus Adminduk Sekaligus Daftar Calon Penerima Bansos 2027
Baca Juga · Jateng Pantura
Dinsos Jateng Jemput Driver Ojol: Urus Adminduk Sekaligus Daftar Calon Penerima Bansos 2027

Pekerja yang sudah mendapatkan perlindungan melalui perusahaan juga diharapkan dapat turut mengajak anggota keluarga mereka yang bekerja di sektor informal untuk menjadi peserta mandiri. Taj Yasin berharap berbagai kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan agar semakin banyak pekerja memperoleh perlindungan, sekaligus menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan atas upaya perlindungan yang diberikan kepada masyarakat.

Sumber: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kurasi Media.

Tags:
#jawa tengah#jamsostek award 2026#pekerja informal#bpjs ketenagakerjaan#taj yasin
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…