Suarapantura.com - Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat kesiapsiagaan kader menghadapi musim hujan melalui program PKK Sigab atau Siaga dan Tanggap Bencana. Salah satu kegiatannya digelar di Balai Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, pada Kamis (15/10/2026), dan diikuti sekitar 200 peserta.
Pelatihan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, Ketua TP PKK Kabupaten Boyolali Dita Agus Irawan, jajaran pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan, BPBD, Baznas Jawa Tengah, serta unsur terkait lainnya. Kegiatan berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.
Dalam pelatihan itu, kader dibekali pengetahuan mitigasi bencana agar lebih siap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang rawan terjadi saat musim hujan. Kader yang sudah dibekali diharapkan tidak hanya mampu melindungi keluarganya, tetapi juga menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada masyarakat di lingkungannya.
Kecamatan Selo dipilih sebagai lokasi pelatihan karena termasuk wilayah rawan bencana. Wilayah di lereng Gunung Merbabu itu pada awal 2026 tercatat mengalami 13 kejadian tanah longsor dan satu kali banjir.
Untuk mendukung program ini, TP PKK Jawa Tengah bersama BPBD Jawa Tengah telah menyusun modul PKK Sigab. Modul tersebut menjadi panduan edukasi bagi kader agar memiliki bekal pengetahuan mitigasi bencana dan dapat berperan sebagai relawan di wilayah masing-masing.
Selain pelatihan, dalam kegiatan tersebut juga diserahkan 200 paket sembako dan bantuan siaga bencana kepada masyarakat. Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PKK, doa bersama, serta penampilan kesenian tari tradisional, kemudian dilanjutkan laporan panitia dan sambutan.
Program PKK Sigab merupakan salah satu program unggulan TP PKK Jawa Tengah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan keluarga dalam pencegahan maupun penanganan saat terjadi bencana. Melalui pelatihan berjenjang seperti ini, kader PKK diharapkan menjadi garda terdepan dalam membangun budaya siaga bencana di tingkat keluarga dan desa.
Menjelang musim hujan, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di wilayah rawan longsor dan banjir. Kesiapsiagaan sejak dini dinilai penting agar risiko dan dampak bencana dapat ditekan.
Sumber: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Headlinnews.