Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Revitalisasi Keraton Kulon Solo Dimulai, Tiga Bangsal Dipulihkan ke Bentuk Asli

M teguh•
Jateng Pantura

Foto: ANTARA News Jateng

Suarapantura.com - Proyek revitalisasi kawasan bersejarah Keraton Kulon atau Keraton Kilen di lingkungan Karaton Surakarta Hadiningrat resmi dimulai di Solo, Jawa Tengah, Jumat (16/10/2026). Pekerjaan pemulihan ini menegaskan komitmen untuk menjaga keaslian arsitektur dan material asli kawasan tanpa perombakan yang mengikis nilai sejarahnya.

Tiga bangunan menjadi sasaran utama revitalisasi, yakni Bangsal Pradongga Lor, Bangsal Bujana, dan Bangsal Pradongga Kidul. Tahapan pelaksanaan ditandai dengan rapat Pre Construction Meeting (PCM) secara daring yang digelar Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, dilanjutkan dengan peninjauan lapangan pada sore harinya.

Peninjauan tersebut bertujuan mencocokkan gambar desain teknis dengan kondisi faktual bangunan di lapangan. Seiring dimulainya pekerjaan, peralatan dan kebutuhan material pun mulai didatangkan ke lokasi. Pihak keraton juga menyampaikan sejumlah masukan mengenai pelestarian arsitektur dan material bangunan bersejarah.

Salah satu kesepakatan penting dalam koordinasi lapangan adalah ditiadakannya rencana pembangunan tembok baru. Revitalisasi diarahkan untuk mengembalikan bangunan seperti bentuk aslinya: bagian yang rusak diperbaiki, bagian yang rapuh diperkuat kembali, tanpa penambahan-penambahan baru yang mengubah karakter kawasan.

Lansia 77 Tahun Tewas Mengapung di Sungai Langenharjo Kendal
Baca Juga · Jateng Pantura
Lansia 77 Tahun Tewas Mengapung di Sungai Langenharjo Kendal

"Keraton Kulon merupakan bagian yang sangat inti di keraton. Karena itu, yang disepakati adalah mengembalikan bangunan seperti aslinya. Bangunan yang rusak diperbaiki, bagian yang rapuh diperkuat kembali, tanpa penambahan-penambahan baru," ujar Anggota Tim Hukum Karaton Surakarta Hadiningrat/Lembaga Dewan Adat, KPH Eddy Wirabhumi.

Menurut Eddy, fasilitas pendukung tetap dapat dipertimbangkan apabila memang diperlukan, namun penambahannya harus dibatasi dan tidak mengubah karakter bangunan bersejarah. Pembaruan fasilitas seperti kamar mandi, misalnya, perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanpa mengabaikan keselarasan arsitektur kawasan.

Arahan terkait pelestarian juga disampaikan Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat, GKR Wandansari atau Gusti Moeng, serta Sinuhun Sri Susuhunan Pakubuwono XIV (PB XIV) yang turut mengikuti koordinasi. Gusti Moeng menyampaikan bahwa revitalisasi ini melibatkan dua pakar arkeologi untuk memastikan prinsip-prinsip konservasi terpenuhi.

Polres dan Pemkab Kudus Siapkan Rumah Aman untuk Bina Remaja Bermasalah
Baca Juga · Jateng Pantura
Polres dan Pemkab Kudus Siapkan Rumah Aman untuk Bina Remaja Bermasalah

Para arkeolog mengingatkan pentingnya memeriksa tingkat kerusakan secara menyeluruh sebelum pembongkaran dilakukan. Komponen material lama yang masih layak diwajibkan untuk dipertahankan dan dipakai kembali, agar bagian yang masih bisa diselamatkan tidak langsung diganti.

Selain keaslian bangunan, tim teknis juga menggarisbawahi dua isu penting lainnya. Pertama, pencegahan banjir atau genangan air. Elevasi tanah kawasan Keraton Kulon disebut belum pernah mengalami penyesuaian sejak era Pakubuwana X, sementara jalan raya di luar kawasan terus mengalami peninggian. Perhitungan leveling yang presisi dinilai vital agar air hujan dari luar tidak mengalir masuk ke area keraton.

Kedua, pemilihan material atap. Saat ini penutup atap bangunan menggunakan genteng, dan diskusi masih berjalan untuk menentukan apakah material atap akan dikembalikan menggunakan sirap sesuai karakter tradisional keraton atau mempertahankan genteng berdasarkan kajian teknis dan ketersediaan material.

Jelantah dari Banyumas Dibidik Jadi Bahan Bakar Pesawat lewat Koperasi
Baca Juga · Jateng Pantura
Jelantah dari Banyumas Dibidik Jadi Bahan Bakar Pesawat lewat Koperasi

Rapat PCM dan koordinasi lapangan ini dihadiri berbagai pihak, di antaranya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Revitalisasi, Utusan Pemerintah Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Tedjowulan, Staf Khusus Menteri Kebudayaan, Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, serta tim konsultan dan kontraktor pelaksana.

Dengan dimulainya pengiriman alat dan kebutuhan material ke lokasi, revitalisasi Keraton Kulon diharapkan tidak hanya memperbaiki kerusakan fisik, tetapi juga merawat serta mewariskan keutuhan warisan budaya Karaton Surakarta Hadiningrat bagi generasi mendatang.

Sumber: ANTARA News Jateng dan Fokus Jateng.

Tags:
#keraton kulon solo#revitalisasi keraton solo#karaton surakarta#cagar budaya#jawa tengah
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…