Suarapantura.com - Kota Salatiga dipercaya menjadi tuan rumah 12 cabang olahraga (cabor) pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII Tahun 2026. Kepercayaan tersebut disambut positif oleh Pemerintah Kota Salatiga, karena ajang olahraga tingkat provinsi ini dinilai bukan hanya soal prestasi, tetapi juga peluang untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan mengatakan, status tuan rumah menjadi momentum istimewa bagi kota tersebut. Selain menjadi tempat berlangsungnya pertandingan, Porprov diharapkan memberi dampak positif bagi perekonomian daerah, terutama bagi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi pertandingan.
Menurut Robby, kedatangan atlet, ofisial, dan pengunjung selama Porprov berlangsung berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat mempersiapkan penyelenggaraan secara optimal, termasuk berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM agar pelaku usaha lokal dilibatkan.
Kerja sama dengan pelaku UMKM itu dimaksudkan agar kebutuhan pengunjung dapat dipenuhi sekaligus membuka peluang pendapatan bagi warga. Pemerintah kota berharap perputaran ekonomi dari ajang ini benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya berhenti di arena pertandingan.
Adapun 12 cabor yang dipertandingkan di Salatiga meliputi anggar, binaraga, catur, gateball, judo dan sambo, kempo, kick boxing, menembak, muaythai, taekwondo, serta wushu. Sejumlah pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 19–31 Oktober 2026 dengan melibatkan atlet dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Di sisi lain, Salatiga juga menyiapkan kontingen untuk berlaga pada 35 cabor dalam Porprov Jateng XVII 2026. Kontingen tersebut terdiri atas 315 atlet dan 75 ofisial kampus, didukung 21 ofisial nonkampus serta lebih dari 200 sukarelawan.
Ketua Umum KONI Kota Salatiga Agus Purwanto menyampaikan, persiapan kontingen telah dilakukan untuk menghadapi persaingan di tingkat provinsi. Para atlet, pelatih, dan ofisial diingatkan untuk menjaga kesehatan, menjunjung tinggi sportivitas, serta tampil optimal demi mengharumkan nama Kota Salatiga.
Selain Porprov, Salatiga juga menyiapkan kontingen Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) yang terdiri atas 26 atlet dan 13 ofisial. Kontingen tersebut dijadwalkan bertanding di Kota Surakarta pada November 2026 mendatang.
Dengan menjadi tuan rumah sekaligus peserta, Salatiga menghadapi dua agenda sekaligus, yakni mendukung kelancaran penyelenggaraan kompetisi dan memburu prestasi terbaik. Pemerintah kota berharap kedua target itu dapat berjalan beriringan, sehingga Porprov tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga meninggalkan manfaat ekonomi bagi warga.
Sumber: Beritajateng.id dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.