Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Kemarau Panjang, Warga Blora Kesulitan Air Bersih hingga Cari ke Tengah Sawah

M teguh•
Jateng Pantura

Foto: BeritaJateng.tv

Suarapantura.com - Kemarau panjang membuat warga di sejumlah wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, semakin kesulitan memperoleh air bersih. Sumur-sumur yang selama ini menjadi andalan rumah tangga mulai mengering atau debitnya menurun, sementara hujan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari belum juga turun.

Di Dukuh Gunungrowo, Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, warga mulai merasakan sulitnya mendapatkan air bersih akibat kemarau berkepanjangan. Sumur yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga mengalami penurunan debit, sehingga warga harus mengatur pemakaian air dengan lebih hemat.

Salah seorang warga, Mundasah, mengatakan kesulitan mendapatkan air bersih telah dirasakan dalam beberapa waktu terakhir. Ia berharap ada penyaluran bantuan air bersih untuk membantu warga selama kondisi tersebut berlangsung, termasuk penyaluran air ke sumur terdekat yang masih dapat dimanfaatkan.

Kesulitan serupa dialami warga lainnya bernama Nanda. Jarak rumahnya yang cukup jauh dari sumur di Dukuh Gunungrowo membuat upaya mendapatkan air bersih menjadi lebih berat. Ia terpaksa mendatangi sumur tersebut setelah sumber air di dekat rumahnya mengering.

Solo Amankan Runner-Up Porprov Jateng 2026
Baca Juga · Jateng Pantura
Solo Amankan Runner-Up Porprov Jateng 2026

Namun sumur yang kini menjadi andalan warga itu juga mulai menunjukkan keterbatasan. Selain jumlah air yang semakin sedikit, kondisi air disebut mulai keruh sehingga menambah kekhawatiran warga terhadap ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari. Warga berharap ada bantuan air bersih pada masa sulit ini karena hingga pertengahan Oktober belum ada hujan yang memadai.

Kondisi serupa terjadi di Kelurahan Tambahrejo, Kecamatan Blora. Warga setempat menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan air di tengah krisis air bersih yang melanda. Menipisnya sumber mata air membuat warga harus mencari alternatif sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah satu alternatif itu adalah sumur yang berada di tengah sawah. Seorang warga bernama Sumindar mengatakan sumur di rumah sudah menipis sehingga sumur di tengah sawah menjadi satu-satunya sumber yang masih dimanfaatkan. Untuk mengambil air, warga membawa jerigen dan mengangkutnya menggunakan gerobak agar dapat membawa air dalam jumlah lebih banyak dibandingkan hanya dengan sepeda motor.

115 Personel Gabungan Simulasikan Penanganan Ancaman Bom di Bandara Ahmad Yani Semarang
Baca Juga · Jateng Pantura
115 Personel Gabungan Simulasikan Penanganan Ancaman Bom di Bandara Ahmad Yani Semarang

Meski kondisi air sumur tersebut tidak terlalu jernih, warga tetap memanfaatkannya untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Sumur itu menjadi salah satu sumber air yang masih bisa digunakan di tengah semakin berkurangnya ketersediaan air akibat kemarau panjang. Kondisi ini menggambarkan tenaga ekstra yang harus dikeluarkan warga demi memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.

Skala persoalan ini tergambar dari keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blora, Widodo, mengatakan ada 149 desa yang mengalami krisis air bersih. Ia menyebut banyak desa mengajukan bantuan air ke BPBD karena berkurangnya sumber air membuat warga di wilayah terdampak bergantung pada bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan air bersih juga disalurkan kepada warga terdampak kekeringan. Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Dukuh Kedungsumur, Desa Bacem, Kecamatan Banjarejo, pada Selasa, 13 Oktober 2026, melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitar kawasan hutan yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang.

Dinsos Jateng Jemput Driver Ojol: Urus Adminduk Sekaligus Daftar Calon Penerima Bansos 2027
Baca Juga · Jateng Pantura
Dinsos Jateng Jemput Driver Ojol: Urus Adminduk Sekaligus Daftar Calon Penerima Bansos 2027

Perhutani mengajak masyarakat dan seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan lingkungan. Hutan yang terjaga dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, termasuk mengatur tata air dan membantu penyerapan air ke dalam tanah. Hingga hujan kembali turun secara memadai, warga di wilayah terdampak masih membutuhkan dukungan pasokan air bersih.

Sumber: Harian Muria, BeritaJateng.tv, dan Perhutani.

Tags:
#blora#krisis air bersih#kemarau panjang#jawa tengah#bpbd blora#air bersih
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…