Suarapantura.com - Kebakaran lahan di Dusun Petet RT 1/RW 2, Desa Popongan, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, menewaskan seorang warga lanjut usia pada Sabtu (17/10/2026) siang. Api menghanguskan lahan seluas sekitar satu hektare sebelum berhasil dipadamkan.
Kebakaran pertama kali diketahui seorang warga yang melihat lahan sudah dilalap api. Api dengan cepat membesar sehingga warga tersebut berteriak meminta pertolongan. Warga lain yang mendengar teriakan itu berhamburan menuju lokasi, berusaha memadamkan api secara gotong royong, sementara warga lainnya menghubungi petugas pemadam kebakaran Pos Bringin.
Di tengah upaya pemadaman, warga dikejutkan dengan ditemukannya seseorang yang terbakar di lokasi kebakaran. Evakuasi pun dilakukan, namun korban sudah meninggal dunia. Kompas.com menyebut korban bernama Kambali dan berusia sekitar 80 tahun.
Kompas.com memberitakan, laporan kebakaran diterima Damkar Kabupaten Semarang pada Sabtu siang sekitar pukul 11.40 WIB. Kepala Seksi Damkar Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang Hisyam Alwi mengatakan penyebab kebakaran lahan tersebut belum diketahui.
Hingga kini, petugas belum memastikan sumber api yang memicu kebakaran tersebut. Penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum api membesar. Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang Anang Sukoco menyampaikan, penyebab kebakaran dan identitas korban saat kejadian masih didalami petugas Satpol PP dan Damkar bersama Polsek Bringin.
Petugas mengingatkan bahwa pada musim kemarau panjang, lahan kering mudah terbakar sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tidak membakar sampah atau lahan secara sembarangan dan segera melapor kepada petugas apabila melihat titik api agar kebakaran tidak meluas.
Peristiwa di Popongan menambah daftar kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Semarang selama musim kemarau tahun ini. Petugas mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan yang banyak ditumbuhi semak dan ilalang kering.
Sumber: Kompas.com, Warta Integritas.