Suarapantura.com - Aktivitas penumpang kereta api di Jawa Tengah terus meningkat sepanjang Januari hingga September 2026. Data PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan pertumbuhan dua digit di sejumlah stasiun, dengan Stasiun Purwosari di Solo menjadi salah satu yang paling menonjol.
Stasiun Purwosari membukukan 494.319 aktivitas naik dan turun penumpang selama sembilan bulan pertama 2026. Angka itu tumbuh 22,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut menempatkan Purwosari di antara stasiun dengan kenaikan tertinggi di Pulau Jawa pada periode tersebut.
Stasiun besar lain di Jawa Tengah juga mencatat kenaikan. Stasiun Semarang Tawang membukukan 3.329.748 aktivitas atau naik 16,68 persen. Stasiun Cilacap mencatat 358.605 aktivitas atau tumbuh 17,51 persen, sedangkan Stasiun Purwokerto mencatat 2.770.189 aktivitas atau naik 12,41 persen.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan perjalanan kereta api tidak terkonsentrasi pada satu kawasan. Menurut dia, setiap wilayah memiliki karakter pergerakan yang berbeda, mulai dari kota penyangga metropolitan, pusat kegiatan regional, kawasan pendidikan, kota industri, hingga destinasi perjalanan masyarakat.
"Kereta api digunakan untuk kebutuhan yang semakin beragam," ujar Anne.
Anne menjelaskan aktivitas stasiun dihitung dari akumulasi pelanggan yang naik dan turun. Dengan cara itu, data tersebut menggambarkan seberapa intens sebuah stasiun digunakan sebagai titik awal maupun tujuan perjalanan masyarakat.
Pertumbuhan tersebut juga berjalan searah dengan tingginya perjalanan masyarakat secara nasional. Badan Pusat Statistik mencatat 104,30 juta perjalanan wisatawan domestik pada Agustus 2026, meningkat 11,47 persen dibandingkan Agustus 2025. Menurut Anne, kedua indikator itu berbeda, tetapi sama-sama memperlihatkan besarnya pergerakan masyarakat antardaerah pada 2026.
KAI menjadikan data aktivitas stasiun sebagai bahan evaluasi untuk melihat kebutuhan pelayanan, kapasitas ruang pelanggan, pola perjalanan, jadwal kereta, hingga akses menuju dan dari stasiun. Pertumbuhan pelanggan, kata Anne, perlu dibaca sampai tingkat stasiun karena kebutuhan setiap daerah berbeda.
"Ketika aktivitas stasiun meningkat, artinya semakin banyak perjalanan masyarakat yang bertemu dengan jaringan kereta api. Kami ingin pertumbuhan itu diikuti layanan yang relevan dengan karakter masing-masing daerah," kata Anne.
Sumber: InfoEkonomi, Probaca, Kompas.com