Suarapantura.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan beasiswa kepada 482 santri melalui program Pesantren Obah 2026, menjelang peringatan Hari Santri Nasional. Penyerahan dan pembekalan penerima beasiswa digelar di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, pada Senin (19/10/2026).
Dari total penerima tersebut, sebanyak 424 orang merupakan mahasantri Ma'had Aly, sedangkan 58 orang lainnya adalah santri penggerak yang aktif dan tinggal di pesantren. Program ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jateng memperkuat kualitas pendidikan pesantren sekaligus mendorong santri berperan aktif dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam.
Ma'had Aly merupakan pendidikan tinggi yang hanya ada di pesantren, dengan seluruh perkuliahan dan materi pembelajaran bersumber dari kitab kuning serta masa kuliah empat tahun, sama seperti perguruan tinggi lainnya. Di Jawa Tengah terdapat 25 lembaga Ma'had Aly, jumlah terbanyak di Indonesia.
Setiap penerima beasiswa dijadwalkan memperoleh bantuan biaya pendidikan sebesar Rp1 juta per semester, paling lama selama enam semester. Pendaftaran program ini sebelumnya berlangsung secara daring melalui aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni) pada 24 Agustus hingga 24 September 2026.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan beasiswa tersebut tidak sekadar membantu pendidikan santri, tetapi juga diharapkan memperkuat pesantren sebagai tempat pembentukan karakter dan pengembangan ilmu pengetahuan. Ia menyebut mahasantri Ma'had Aly dan santri penggerak memiliki posisi strategis dalam pengembangan pesantren karena memahami tradisi, kearifan lokal, serta metode pendidikan di lingkungan masing-masing.
Menurut Luthfi, mahasantri Ma'had Aly diharapkan membawa perspektif akademis untuk memperkaya tradisi keilmuan pesantren, sementara santri penggerak diharapkan mampu mendorong aktivitas dan pembaruan dari dalam lingkungan pesantren. Ia juga menilai santri menjadi garda terdepan dalam menjaga ilmu, akhlak, serta keutuhan NKRI dari degradasi moral generasi muda.
Program Pesantren Obah merupakan salah satu program prioritas Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Melalui program ini, Pemprov Jateng berharap para santri dapat mengembangkan ilmu, iman, kemampuan berorganisasi, dan semangat pengabdian sebagai kekuatan pendorong kemajuan daerah.
Sumber: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Peristiwa Solo, Suara Nahdliyin.