Suarapantura.com - Pemandangan tak biasa terlihat di kawasan perbukitan Genengsari, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Sejumlah foto udara yang dibagikan akun Instagram Grobogan.drone memperlihatkan hamparan perbukitan kering yang sekilas menyerupai gurun pasir.
Dilansir CNBC Indonesia, Selasa (20/10/2026), lanskap gersang tersebut hanya menyisakan sisa-sisa tanaman jagung di tengah tanah retak. Kontras pemandangan ini kian mencolok karena kawasan yang sama pada masa lalu disebut dikenal sebagai daerah berhutan lebat dengan perkebunan pohon eukaliptus.
Perubahan tutupan lahan membuat wajah perbukitan Genengsari kini terlihat jauh berbeda. Alih-alih hijau, hamparan tanah pucat kecokelatan membentang luas hingga ke kaki bukit, mengingatkan warganet pada lanskap gurun di Mesir.
Genengsari merupakan salah satu dari 16 desa di Kecamatan Toroh. Secara geografis, wilayah selatan kecamatan ini berada di jajaran Pegunungan Kendeng dengan ketinggian 100 hingga 500 meter di atas permukaan air laut.
Kondisi gersang tersebut diduga berkaitan dengan kemarau panjang yang melanda Jawa Tengah tahun ini. Berdasarkan pemberitaan Harian Muria, lima desa di Kabupaten Grobogan tercatat sebagai wilayah rawan kekeringan paling tinggi pada musim kemarau 2026, termasuk Desa Depok yang juga berada di Kecamatan Toroh.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan bersama sejumlah mitra tercatat telah menyalurkan sekitar 220.000 liter air bersih untuk membantu warga yang kesulitan memperoleh air. Bantuan tersebut menjangkau sekitar 1.430 kepala keluarga di sejumlah wilayah terdampak.
Perlu dicatat, foto-foto tersebut berasal dari akun media sosial dan waktu pengambilannya belum dapat diverifikasi secara independen. Namun, potret tersebut menambah daftar dampak kemarau panjang yang dirasakan warga di sejumlah daerah di Jawa Tengah.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di Jawa Tengah baru akan dimulai pada November 2026. Hingga hujan tiba, warga diimbau menghemat penggunaan air bersih.
Bagi warga sekitar, perubahan lanskap tersebut menjadi pengingat keras betapa rentannya kawasan pertanian tadah hujan terhadap pergeseran musim. Di sejumlah desa, bantuan air bersih bahkan sudah didistribusikan PMI Grobogan sejak Juli 2026 dan terus berlanjut hingga kekeringan berakhir.
Sumber: CNBC Indonesia, Harian Muria